Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Pariwisata

Wisatawan Sering Tak Sadar, Ada Keunikan Pada Jam Gadang Bukittinggi

Kontributor: Adjurama Gustijah (Sumatera Barat)|Editor: Redaksi Bedain|
Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 00.18 WIB
|
1 menit baca
Wisatawan Sering Tak Sadar, Ada Keunikan Pada Jam Gadang Bukittinggi
Suasana malam di Jam Gadang Bukittinggi, dua wisatawan asal Pekanbaru, Roy dan Ikhwan sedang menikmati keindahan Jam Gadang serta udara sejuk Kota Bukittinggi
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Jam Gadang bukan sekadar penunjuk waktu. Ikon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat ini menyimpan sejumlah keunikan yang membuat wisatawan pena...
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Pada umumnya angka empat dalam angka Romawi ditulis IV.

2

Namun pada Jam Gadang, angka tersebut justru tertulis IIII.

3

Detail sederhana ini menjadi salah satu ciri khas yang menarik perhatian pengunjung.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

BUKITTINGGI - SUMBAR - BEDAINNEWS.COM - Jam Gadang bukan sekadar penunjuk waktu. Ikon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat ini menyimpan sejumlah keunikan yang membuat wisatawan penasaran, salah satunya penulisan angka empat pada jam raksasa di puncak menara, Rabu (07/10/2026).

Pada umumnya angka empat dalam angka Romawi ditulis IV. Namun pada Jam Gadang, angka tersebut justru tertulis IIII. Detail sederhana ini menjadi salah satu ciri khas yang menarik perhatian pengunjung.

Tinggi Menara Jam Gadang sekitar 26–27 meter dan berada di pusat Kota Bukittinggi sehingga mudah dijangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.

Keunikan lainnya terdapat pada mesin penggerak jam. Mesin bermerek Vortmann Recklinghausen buatan Jerman tahun 1926 disebut memiliki kembaran yang hanya satu di dunia, yakni mesin jam di Big Ben, London.

Bangunan Jam Gadang juga memiliki cerita menarik. Struktur bangunannya disebut menggunakan campuran kapur, pasir dan putih telur, tanpa konstruksi semen dan besi penyangga seperti bangunan modern.

Jam Gadang kini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi. Selain menikmati bangunan bersejarah tersebut, pengunjung dapat merasakan udara sejuk, kuliner khas seperti nasi kapau dan keripik balado, serta suasana budaya Minangkabau.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Memasuki usia satu abad pada 2026, Jam Gadang tetap berdiri sebagai simbol sejarah, budaya dan pariwisata Kota Bukittinggi. Juga yang lebih membuat istimewa lagi di ulang tahunnya yang ke 100 tahun, utusan Keluarga Ratu Wilhelmina dari Belanda datang langsung berkunjung ke Kota Bukittinggi.

Meri, petugas piket Jam Gadang dari Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi mengatakan, Lonceng Jam Gadang rutin berbunyi setiap jam nya, dan bunyi nya mengikuti jumlah jam saat itu.

Pengunjung Jam Gadang dari Kota Pekanbaru yang baru saja sampai di Kota Bukittinggi, Roy, mengatakan bahwa Jam Gadang memang merupakan ikon Kota Bukittinggi dan usianya sudah 100 tahun, dan merupakan Kota sejarah.

"Udara Kota Bukittinggi sejuk dan kulinernya terkenal nikmat," ujar Roy.

Ikhwan, rekan Roy yang juga dari satu komunitas, yaitu komunitas lari Kota Pekanbaru, mengatakan bahwa, Ikhwan sudah dua kali ke Jam Gadang Kota Bukittinggi.

"Sekarang Jam Gadang sudah banyak perubahan, di sekitar Jam Gadang sudah tertata rapi, dan ramah pengunjung," ungkap Ikhwan dengan penuh senyum.

Bagi wisatawan yang belum pernah ke Jam Gadang Kota Bukittinggi, masyarakat Kota Bukittinggi menantikan kehadiran anda. B

Kontributor: Adjurama Gustijah (Sumatera Barat)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Jam GadangBukittinggiWisatawanKulinerRatu WilhelminaSumatera BaratBukittinggi - sumbar
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...