BUKITTINGGI - SUMBAR - BEDAINNEWS.COM - Jam Gadang bukan sekadar penunjuk waktu. Ikon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat ini menyimpan sejumlah keunikan yang membuat wisatawan penasaran, salah satunya penulisan angka empat pada jam raksasa di puncak menara, Rabu (07/10/2026).
Pada umumnya angka empat dalam angka Romawi ditulis IV. Namun pada Jam Gadang, angka tersebut justru tertulis IIII. Detail sederhana ini menjadi salah satu ciri khas yang menarik perhatian pengunjung.
Tinggi Menara Jam Gadang sekitar 26–27 meter dan berada di pusat Kota Bukittinggi sehingga mudah dijangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.
Keunikan lainnya terdapat pada mesin penggerak jam. Mesin bermerek Vortmann Recklinghausen buatan Jerman tahun 1926 disebut memiliki kembaran yang hanya satu di dunia, yakni mesin jam di Big Ben, London.
Bangunan Jam Gadang juga memiliki cerita menarik. Struktur bangunannya disebut menggunakan campuran kapur, pasir dan putih telur, tanpa konstruksi semen dan besi penyangga seperti bangunan modern.
Jam Gadang kini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi. Selain menikmati bangunan bersejarah tersebut, pengunjung dapat merasakan udara sejuk, kuliner khas seperti nasi kapau dan keripik balado, serta suasana budaya Minangkabau.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Memasuki usia satu abad pada 2026, Jam Gadang tetap berdiri sebagai simbol sejarah, budaya dan pariwisata Kota Bukittinggi. Juga yang lebih membuat istimewa lagi di ulang tahunnya yang ke 100 tahun, utusan Keluarga Ratu Wilhelmina dari Belanda datang langsung berkunjung ke Kota Bukittinggi.
Meri, petugas piket Jam Gadang dari Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi mengatakan, Lonceng Jam Gadang rutin berbunyi setiap jam nya, dan bunyi nya mengikuti jumlah jam saat itu.
Pengunjung Jam Gadang dari Kota Pekanbaru yang baru saja sampai di Kota Bukittinggi, Roy, mengatakan bahwa Jam Gadang memang merupakan ikon Kota Bukittinggi dan usianya sudah 100 tahun, dan merupakan Kota sejarah.
"Udara Kota Bukittinggi sejuk dan kulinernya terkenal nikmat," ujar Roy.
Ikhwan, rekan Roy yang juga dari satu komunitas, yaitu komunitas lari Kota Pekanbaru, mengatakan bahwa, Ikhwan sudah dua kali ke Jam Gadang Kota Bukittinggi.
"Sekarang Jam Gadang sudah banyak perubahan, di sekitar Jam Gadang sudah tertata rapi, dan ramah pengunjung," ungkap Ikhwan dengan penuh senyum.
Bagi wisatawan yang belum pernah ke Jam Gadang Kota Bukittinggi, masyarakat Kota Bukittinggi menantikan kehadiran anda. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!