Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Warkop Menjamur di Surabaya, Omzet Harian Capai Sejuta

Kontributor: Arik Al Jawi|Editor: Redaksi Bedain|
Senin, 19 Oktober 2026 pukul 13.34 WIB
|
1 menit baca
Warkop Menjamur di Surabaya, Omzet Harian Capai Sejuta
Suasana santai pengunjung di salah satu warkop yang kian menjamur di sudut Kota Surabaya.
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Warkop di Surabaya makin menjamur! Dari tempat nongkrong hingga bisnis menjanjikan dengan omzet harian capai Rp1 juta. Intip peluang usahanya di sini.
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Warung kopi (warkop) menjadi salah satu usaha mikro yang terus berkembang di Kota Surabaya.

2

Keberadaannya kini mudah ditemui di berbagai kawasan, mulai dari permukiman, ruas jalan utama hingga sekitar kampus.

3

Warkop di Surabaya tidak lagi hanya menjadi tempat menikmati kopi dan berbincang santai.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

SURABAYA - SURABAYA, BEDAINNEWS.COM – Warung kopi (warkop) menjadi salah satu usaha mikro yang terus berkembang di Kota Surabaya. Keberadaannya kini mudah ditemui di berbagai kawasan, mulai dari permukiman, ruas jalan utama hingga sekitar kampus.

Warkop di Surabaya tidak lagi hanya menjadi tempat menikmati kopi dan berbincang santai. Seiring perubahan gaya hidup masyarakat, konsep warkop berkembang menjadi tempat berkumpul komunitas, pekerja muda, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Secara historis, keberadaan warkop di Surabaya telah dikenal sejak sekitar 1960-an. Pada masa itu, warkop lebih banyak menjadi tempat bapak-bapak menikmati kopi hitam dan beristirahat setelah bekerja.

Kini, warkop hadir dalam berbagai konsep. Mulai dari warkop tradisional, warkop semi-modern yang mengusung komunitas tertentu seperti Bonek, pengemudi ojek online dan organisasi masyarakat, hingga warkop modern yang menyasar kalangan anak muda.

Peluang usaha warkop juga cukup terbuka dengan konsep yang menyesuaikan kebutuhan konsumen. Lokasi strategis, misalnya dekat jalan raya, permukiman padat atau kawasan kampus seperti Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menjadi salah satu pertimbangan.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Selain lokasi, sejumlah warkop menyediakan fasilitas tambahan seperti Wi-Fi, televisi atau monitor, sound system, toilet hingga musala. Menu yang ditawarkan juga semakin beragam, mulai dari kopi racikan dan kopi sachet, minuman hangat atau wedang, minuman nonkopi, minuman bersoda, mi instan hingga makanan ringan.

Salah satu warkop yang beroperasi selama 24 jam berada di wilayah Surabaya Barat. Pada Senin (19/10/2026), Bedainnews.com menemui Anas (23), penjaga Warkop BKJ (Berkah Kopi Jaya).

Pemuda asal Lamongan itu mengatakan warkop tempatnya bekerja menerapkan sistem dua shift. Setiap penjaga bekerja selama 12 jam.

"Warkop ini buka 24 jam dengan sistem dua shift. Satu penjaga setiap shift selama 12 jam. Saya bertugas menerima pesanan, membuatkan pesanan, mengantar dan membersihkan setelah pelanggan selesai," kata Anas.

Menurut Anas, omzet warkop tersebut rata-rata mencapai sekitar Rp600 ribu per hari. Pada akhir pekan, omzetnya bisa meningkat hingga lebih dari Rp1 juta per hari.

Di sisi lain, Anas mengaku menerima upah sekitar Rp1,5 juta per bulan secara bersih atau take home pay. Nilai tersebut belum setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Namun, menurutnya, penghasilan tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sebagai seorang lajang. Terlebih, pemilik warkop menyediakan tempat tidur dan ruang makan bagi penjaga. Selain itu, penjaga juga mendapatkan rokok dan kopi secara gratis.

Fenomena menjamurnya warkop menunjukkan bahwa usaha mikro tersebut tidak hanya berkembang sebagai tempat minum kopi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat di Surabaya. B

Kontributor: Arik Al Jawi|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Warkop SurabayaBisnis Warung KopiPeluang UsahaUMKM Surabaya
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...