Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News โ€” Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Sosial

Warga Pandeglang Manfaatkan Pekarangan untuk Tanaman Kumis Kucing

Kontributor: Yayan Rosansyah |Editor: Redaksi Bedain|
Minggu, 1 November 2026 pukul 11.30 WIB
|
1 menit baca
Warga Pandeglang Manfaatkan Pekarangan untuk Tanaman Kumis Kucing
Tumbuhan Kumis Kucing: Foto: Yayan Rosansyah
๐Ÿš€ SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Warga Pandeglang manfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman obat keluarga kumis kucing. Kenali manfaat kesehatan dan khasiat herbalnya di sini.
โšก 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Kesadaran warga Kampung Sabi Masjid, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat...

2

Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan warga adalah kumis kucing ( Orthosiphon aristatus ).

3

Tanaman tersebut dikenal memiliki bunga berwarna putih dengan bentuk menyerupai kumis kucing.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PANDEGLANG - BEDAINNEWS.COM โ€“ Kesadaran warga Kampung Sabi Masjid, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) terus meningkat.

Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan warga adalah kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Tanaman tersebut dikenal memiliki bunga berwarna putih dengan bentuk menyerupai kumis kucing.

Dela (47), warga setempat, mengatakan dirinya memang menyukai tanaman bunga. Hobi tersebut kemudian membuatnya tertarik menanam berbagai tanaman herbal di sekitar rumah, termasuk kumis kucing.

โ€œKami memang sangat senang dengan tanaman bunga, makanya saya setiap ada bunga apa saja yang terlihat bagus selalu membeli bibitnya untuk ditanam di pekarangan rumah. Selain bunga, kami juga banyak menanam tanaman obat-obatan herbal, salah satunya ya tanaman kumis kucing ini,โ€ ujar Dela sambil menyirami tanaman di pekarangan rumahnya, Minggu (1/10/2026).

Menurut Dela, tanaman obat tersebut menjadi bagian dari koleksi tanaman yang ia rawat di halaman rumah. Selain berfungsi sebagai tanaman penghias pekarangan, kumis kucing juga dikenal luas masyarakat sebagai tanaman herbal yang digunakan dalam pengobatan tradisional.

Sejumlah penelitian mengenai kumis kucing menyebutkan adanya berbagai senyawa aktif, antara lain flavonoid, polifenol, saponin, dan minyak atsiri. Tanaman ini secara tradisional digunakan untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih, meredakan keluhan peradangan dan nyeri sendi, serta mendukung pengelolaan tekanan darah dan kadar gula darah.

๐Ÿ“ฒ KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Meski demikian, penggunaan kumis kucing sebagai herbal tetap perlu dilakukan secara bijak. Masyarakat yang sedang mengonsumsi obat resep dokter juga dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakannya secara bersamaan.

Pemanfaatan pekarangan untuk menanam tanaman obat menjadi salah satu cara warga menyediakan tanaman herbal yang mudah dijangkau dari lingkungan rumah.

Kontributor: Yayan Rosyansah (Pandeglang-Banten)

Kontributor: Yayan Rosansyah |Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Kumis KucingTanaman Obat KeluargaTOGA PandeglangHerbal TradisionalBudidaya Pekarangan
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS โ€ข GoPay โ€ข OVO โ€ข Dana โ€ข ShopeePay
โœจ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

4 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...