MANADO - BEDAINNEWS.COM ā Warga Kota Manado makin menjerit akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang kian memperberat beban ekonomi masyarakat.
Berdasarkan pantauan langsung tim redaksi pada Kamis (15/10/2026) pukul 15.30 WITA, antrean kendaraan mengular parah di sepanjang Jalan Boulevard hingga Lapangan Tikala.
Pemandangan di SPBU Tikala menunjukkan antrean melimpah hingga ke bahu jalan luar dan memanjang sampai depan kantor Percetakan Negara.
Kondisi ini memaksa para pengendara menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan alokasi BBM jenis Pertalite maupun Pertamax.
Harga Eceran Mencekik dan Penimbunan BBM
Krisis pasokan BBM resmi memicu lonjakan harga yang makin melambung tinggi di tingkat pedagang eceran Kota Manado.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Sejumlah pengecer nekat menjual Pertalite seharga Rp35.000 per liter, sementara harga Pertamax eceran menyentuh angka Rp22.000 per liter.
Fenomena kebebasan stok di tangan pedagang eceran memicu kecurigaan publik terkait dugaan praktik penimbunan BBM oleh oknum tak bertanggung jawab. Masyarakat mendesak Disperindag Sulawesi Utara bersama aparat kepolisian segera melakukakan inspeksi mendadak serta menindak tegas para spekulan.
Warga menuntut transparansi dari Pertamina dan pihak berwajib untuk membongkar penyebab utama kelangkaan sekaligus memberikan solusi konkrit atas permasalahan ini.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!