Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News โ€” Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

WALHI Desak BPGMN Berani Tindak Konsesi Karhutla

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain|
Sabtu, 26 September 2026 pukul 06.17 WIB
|
1 menit baca
WALHI Desak BPGMN Berani Tindak Konsesi Karhutla
Foto Pembukaan Hutan
๐Ÿš€ SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
WALHI Kalbar mendesak pemerintah menjadikan pemulihan lanskap gambut sebagai prioritas
โšก 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

COM โ€“ Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Barat mendesak Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) tidak hanya menjadi lembaga baru...

2

WALHI menilai pembentukan BPGMN harus diikuti langkah konkret menyentuh persoalan kerusakan gambut, terutama pada kawasan yang berada di dalam konsesi...

3

Dalam siaran persnya, Jumat (25/9/2026), WALHI Kalbar menyebut hasil pemantauan mereka menunjukkan titik panas dan kawasan gambut yang berulang kali terbakar...

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PONTIANAK, BEDAINNEWS.COM โ€“ Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Barat mendesak Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) tidak hanya menjadi lembaga baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

WALHI menilai pembentukan BPGMN harus diikuti langkah konkret menyentuh persoalan kerusakan gambut, terutama pada kawasan yang berada di dalam konsesi perusahaan.

Dalam siaran persnya, Jumat (25/9/2026), WALHI Kalbar menyebut hasil pemantauan mereka menunjukkan titik panas dan kawasan gambut yang berulang kali terbakar masih banyak ditemukan di areal konsesi industri ekstraktif, termasuk perkebunan kelapa sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Menurut WALHI, kondisi tersebut menunjukkan adanya kerusakan ekosistem gambut yang membutuhkan pemulihan dan perlindungan. Pemerintah juga didesak mendorong perusahaan melakukan pemulihan terhadap kawasan gambut yang terdampak.

Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Barat, Sri Hartini, mengatakan BPGMN harus membawa pendekatan yang berorientasi pada keadilan ekologis dan memiliki kewenangan yang kuat dalam penegakan hukum.

โ€œKehadiran BPGMN tidak boleh sekadar menjadi lembaga peredam krisis atau lips service struktural,โ€ kata Sri Hartini dalam siaran pers tersebut.

๐Ÿ“ฒ KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

WALHI Kalbar mengusulkan sejumlah langkah yang harus menjadi mandat BPGMN. Di antaranya evaluasi perizinan dan rekomendasi pencabutan izin perusahaan yang konsesinya berulang kali terbakar.

Selain itu, restorasi gambut melalui penyekatan kanal dan pemulihan fungsi hidrologis dinilai perlu dilakukan secara masif, khususnya pada kawasan yang mengalami kerusakan akibat drainase skala industri.

WALHI juga meminta pemerintah mengakui dan melindungi wilayah kelola rakyat serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem gambut.

Transparansi data konsesi dan pemetaan gambut yang diperbarui juga dinilai penting agar masyarakat dan akademisi dapat terlibat dalam pemantauan.

WALHI Kalbar mendesak pemerintah menjadikan pemulihan lanskap gambut sebagai prioritas penanganan krisis karhutla di Kalimantan Barat.

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:PontianakKarhutla
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS โ€ข GoPay โ€ข OVO โ€ข Dana โ€ข ShopeePay
โœจ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...