PALU - BEDAINNEWS.COM — Pihak pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bersubsidi maupun non-subsidi hingga pertengahan Oktober 2026 masih tergolong stabil dan sesuai patokan resmi, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan data lapangan di SPBU Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, rincian harga BBM jenis Pertalite dibanderol Rp10.000 per liter, sedangkan Solar bersubsidi dijual dengan harga Rp6.800 per liter.
Sementara untuk BBM non-subsidi, harga Pertamax tercatat berada di angka Rp16.300 per liter dan Dexlite dipasarkan seharga Rp24.200 per liter. Adapun untuk jenis bahan bakar Premium, saat ini sudah sepenuhnya tidak dipasarkan lagi di wilayah tersebut.
Harapan Kelancaran Distribusi Pasokan Berkelanjutan
Pengawas SPBU Tavanjuka, Syahril, menjelaskan bahwa kepastian patokan harga serta keterbukaan informasi pasokan sangat penting guna menghindari isu spekulatif di tengah masyarakat.
Pihaknya berharap rantai distribusi bahan bakar dari depot utama Pertamina ke seluruh SPBU di wilayah Kota Palu dan sekitarnya dapat terus berjalan lancar tanpa hambatan logistik.
"Kami berharap pasokan dan distribusi bahan bakar ke depannya dapat terus berjalan dengan lancar guna mendukung kelancaran seluruh aktivitas ekonomi masyarakat," pungkas Syahril.B
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!