PANDEGLANG - BANTEN - BEDAINNEWS.COM — Kawasan trotoar Masjid Agung Kabupaten Pandeglang, Jalan Makam Pahlawan Nomor 1, Banten, menjelma menjadi ruang perputaran ekonomi yang riuh bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Jumat (25/9/2026).
Sejak pagi hingga sore hari, deretan lapak pedagang tak pernah sepi disinggahi warga maupun pengendara yang berburu kuliner.
Lapak Warisan Penopang Lima Anak
Beragam hidangan dijajakan, mulai dari jajanan tradisional, makanan ringan, minuman segar, hingga santapan berat. Namun di balik transaksi harian tersebut, kawasan pusat ibadah ini menyimpan kisah ketangguhan para pedagang dalam menopang dapur keluarga.
Salah satunya dirasakan oleh Nina Herlina (38). Perempuan ini telah menggantungkan hidupnya di kawasan Masjid Agung Pandeglang selama hampir satu dekade. Usaha kuliner yang dijalaninya merupakan peninggalan orang tua yang kini sepenuhnya ia teruskan.
"Saya sendiri sudah meneruskan berjualan di sini sekitar enam tahun. Dulu orang tua yang dagang, sekarang saya yang melanjutkan untuk menyambung hidup dan membiayai sekolah lima anak saya," ujar Nina saat ditemui di lokasi.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Ruang Publik Penggerak Ekonomi Rakyat
Bagi Nina dan puluhan pedagang kecil lainnya, setiap porsi makanan yang terjual membawa pundi-pundi harapan.
Keberadaan ruang publik di sekitar Masjid Agung Pandeglang tidak sekadar berfungsi sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial, tetapi tumbuh menjadi benteng pertahanan ekonomi rakyat kecil demi memenuhi kebutuhan hidup serta masa depan pendidikan anak-anak mereka.#
Kontributor: Yayan Rosyansah (Pandeglang - Banten)

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!