BANDUNG - BEDAINNEWS.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Pemangku Kepentingan (Stakeholder Meeting) Tingkat Provinsi Jawa Barat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2026 di Bandung, Selasa (13/10/2026) pagi.
Agenda penting ini menghadirkan jajaran Kepala Dinas Perpustakaan se-Jawa Barat, Bappeda, DPMDesa, Organisasi Masyarakat Sipil, Komunitas Literasi, Relawan Literasi Masyarakat (Relima), hingga pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Capaian Nasional dan Inklusi Sosial
Pustakawan Ahli Perpusnas RI, Ofy Sofiana, menyampaikan bahwa jangkauan program keberlanjutan ini telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.
"Program TPBIS telah menjangkau 750 lokus dengan melibatkan 13,9 juta masyarakat," ungkap Ofy Sofiana saat memaparkan arah kebijakan nasional.
Pusat Kegiatan Literasi Menuju 2045
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Sementara itu, perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat, Raden Arif Budhiyanto, menegaskan bahwa pelaksanaan TPBIS telah membawa perubahan mendasar pada fungsi perpustakaan daerah.
"Perpustakaan kini telah bertransformasi dari sekadar ruang baca menjadi ruang terbuka dan pusat kegiatan literasi untuk pengembangan kehidupan bermasyarakat menuju Indonesia Emas tahun 2045," ujar Raden Arif Budhiyanto.
Pertemuan tingkat provinsi ini merumuskan empat agenda utama, meliputi pengarahan kebijakan literasi nasional Bappenas, pemaparan capaian TPBIS Jawa Barat 2026, penampil model percontohan Perpustakaan Desa berprestasi, serta penyusunan skema kolaborasi anggaran lintas sektor.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!