PALU - BEDAINNEWS.COM ā Pengelolaan sampah di Kota Palu mengalami perubahan drastis. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Poi Panda di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, kini bertransformasi menjadi fasilitas modern berwawasan lingkungan menggunakan sistem sanitary landfill.
Pantauan Bedainnews.com, Kamis (29/10/26), setiap hari, fasilitas ini memproses sekitar 170 ton sampah rumah tangga secara terpadu. Tidak sekadar menimbun, TPA dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL), sumur pantau, hingga pengendali emisi gas metana.
Citra lama TPA yang kotor dan bau kini berganti menjadi kawasan bersih yang juga dikembangkan sebagai pusat wisata edukasi lingkungan.
Transformasi ini turut memberi dampak sosial dan ekonomi signifikan bagi warga sekitar. Keberadaannya membuka lapangan kerja baru, mulai dari buruh angkut hingga pemberdayaan komunitas pemulung melalui Bank Sampah Induk (BSI).
Arafi, salah seorang karyawan sekaligus warga asli Kawatuna, mengaku bersyukur atas kehadiran fasilitas modern tersebut.
"Banyak warga Kelurahan Kawatuna yang mempunyai pekerjaan di sini. Dari hasil gaji, saya bisa menafkahi keluarga serta menyekolahkan anak," ujarnya, Kamis (29/10).
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Kendati demikian, dinamika perkotaan menghadirkan tantangan baru. Munculnya kompleks perumahan baru di dekat zona TPA memunculkan pertanyaan publik terkait mitigasi risiko kesehatan. Pemerintah Kota Palu sendiri terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan potensi energi terbarukan, termasuk rencana pembangunan fasilitas biogas ke depan.
Keseimbangan antara ekonomi kerakyatan, kesehatan lingkungan, dan tata ruang kini menjadi ujian utama bagi keberlanjutan pengelolaan sampah di Bumi Tadulako ini.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!