INDRAMAYU - JAWA BARAT - BEDAINNEWS.COM – Warga Blok Plasah, Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, melangsungkan tradisi unjungan makam secara bersahaja yang diisi dengan kegiatan tahlil bersama pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Agenda keagamaan dan budaya ini dimulai tepat pukul 07.30 WIB hingga rampung, dengan pengkondisian acara yang dipimpin langsung oleh Bapak Johar.
Suasana jalannya pembacaan tahlil tersebut berlangsung penuh kekhusyukan. Seluruh warga yang hadir tampak antusias melantunkan kalimat-kalimat tahlil serta memanjatkan permohonan doa demi kesejahteraan arwah para leluhur serta sanak saudara yang telah berpulang ke hadirat Illahi.
Lebih dari sekadar kebiasaan turun-temurun, ritual unjungan makam ini berfungsi sebagai refleksi bahwa eksistensi kehidupan di dunia bersifat fana dan tidak abadi. Setiap insan dipastikan akan berpulang ke rahmatullah atau menghadap Allah SWT, sehingga momentum ini dimanfaatkan untuk merenungi hakikat hidup, memperbanyak doa, serta menimbun amal saleh sebagai bekal.
Walaupun dikemas dalam nuansa yang sangat sederhana, agenda ziarah kubur tersebut tetap memancarkan esensi yang krusial bagi warga setempat. Di samping wujud bakti dan penghormatan kepada para pendahulu, acara ini turut berfungsi sebagai perekat keakraban serta memperkokoh tali silaturahmi di antara sesama warga.
Lewat rangkaian doa dan tahlilan kolektif ini, masyarakat menaruh harapan besar agar para leluhur yang mendahului senantiasa memperoleh limpahan rahmat serta ampunan dari Allah SWT.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Di sisi lain, kegiatan itu bertindak sebagai alarm sosial agar warga senantiasa memelihara kerukunan, berbuat baik antarsesama, serta senantiasa mengingat kepastian datangnya kematian.
Kesederhanaan teknis pelaksanaan unjungan makam di Blok Plasah sama sekali tidak mereduksi nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Unsur kebersamaan, untaian doa, serta kesadaran penuh terhadap kefanaan duniawi menjelma sebagai pilar utama dalam merawat tradisi sekaligus mendongkrak keimanan umat. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!