SOLOK - BEDAINNEWS.COM, SOLOK — Tradisi jual kelapa di Solok jual sistem satu anggik unik pikat perhatian pengunjung pasar tradisional kawasan Singkarak, Minggu (25/10/2026).
Aktivitas transaksi perdagangan hasil bumi yang tak biasa tersebut dilestarikan oleh para petani dan pedagang di Pasar Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
Berbeda dengan pasar pada umumnya yang menjual kelapa secara eceran satuan, komoditas kelapa segar di lokasi ini wajib dijajakan dalam bentuk ikatan khusus.
Satu ikatan tradisi yang dinamakan satu anggik tersebut berisi tepat enam buah kelapa segar hasil petikan langsung dari kebun para petani lokal.
Aturan Wajib Satu Anggik dan Penentuan Variasi Harga Buah
Para pembeli yang datang ke Pasar Sumani tidak diperbolehkan mengecer kelapa per biji karena sudah menjadi aturan dagang adat setempat.
Salah seorang pedagang kelapa di Pasar Sumani, Husna, mengonfirmasi bahwa seluruh komoditas kelapa yang dipasok wajib ditransaksikan dalam ukuran ikatan.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
"Pembeli tidak bisa membelinya secara satuan, harus dibeli satu ikat penuh atau satu anggik," ujar Husna menjelaskan sistem dagang tersebut.
Meskipun dijual per ikatan, patokan harga per anggik sangat fleksibel menyesuaikan lingkar besar kecilnya ukuran fisik kelapa di dalam ikatan.
Hukum Pasar Pasokan Barang dan Pelestarian Tradisi Lokal Solok
Sistem perdagangan tradisional ini tetap berjalan harmonis mengikuti fluktuasi hukum permintaan dan penawaran barang yang berlaku di pasaran.
Saat pasokan kelapa melimpah dari petani sedangkan permintaan sedikit, harga per anggik akan melandai murah, begitu pula sebaliknya saat stok terbatas.
Keberadaan tradisi anggik memberikan warna tersendiri bagi dinamika perekonomian masyarakat agraris di wilayah Kecamatan X Koto Singkarak.
Kearifan lokal ini terus dijaga secara turun-temurun sebagai identitas budaya perdagangan rakyat yang memperkuat hubungan silaturahmi petani dan pedagang Solok.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!