SORONG - BEDAINNEWS.COM — Tradisi di Sorong jaga warisan leluhur lewat ritual massuro’ baca sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan doa bersama warga, Selasa (27/10/2026).
Prosesi adat tersebut masih konsisten dijalankan oleh sebagian masyarakat perantauan suku Bugis-Makassar yang bermukim di wilayah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Rangkaian ritual yang juga dikenal sebagai massuro maca atau doa salama’ ini memadukan nilai-nilai ajaran Islam dengan kearifan lokal secara harmonis.
Pelaksanaan syukuran biasanya digelar pada momen-momen penting seperti pembukaan tempat usaha baru, menyambut kelahiran anak, hingga hajatan keluarga besar.
Perlengkapan Prosesi Simbolis dan Rangkaian Doa Bersama
Pelaksanaan ritual ini melibatkan sejumlah sajian khas, mulai dari pisang yang tersusun rapi di atas loyang hingga dupa pembakaran beraroma wewangian.
Setelah seluruh perlengkapan disiapkan di lokasi, seorang pendoa memimpin pembacaan doa keselamatan yang ditutup dengan penyerahan ungkapan terima kasih oleh tuan rumah.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Warga setempat, Aldi (30), menjelaskan bahwa tradisi tersebut menjadi sarana penting untuk memanjatkan permohonan keselamatan sekaligus mengenang para leluhur.
"Massuro’ baca dilakukan pada momen tertentu seperti buka usaha, punya kendaraan baru, atau hajatan keluarga," ungkapnya merinci tradisi turun-temurun tersebut.
Pererat Silaturahmi Warga dan Pelestarian Antargenerasi
Selain sarana spiritual memohon perlindungan dari marabahaya, tradisi ini memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Keluarga besar dan tetangga sekitar dapat berkumpul bersama, saling membantu menyiapkan keperluan hajatan, hingga menikmati hidangan santap malam usai prosesi tuntas.
Bagi masyarakat perantauan di tanah Papua, pelestarian budaya ini menjadi wujud nyata penjagaan identitas warisan leluhur yang diwariskan antargenerasi.
Kearifan lokal tersebut membuktikan bahwa nilai kebersamaan dan rasa syukur mampu merajut keharmonisan hidup di tengah dinamika masyarakat perkotaan modern. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!