Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Sosial

Unik! Mengenal Tradisi Gacong & Marus Petani Cimaung

Kontributor: Amran Halim (Kab Bandung - Jabar)|Editor: Redaksi Bedain|
Minggu, 1 November 2026 pukul 09.01 WIB
|
1 menit baca
Unik! Mengenal Tradisi Gacong & Marus Petani Cimaung
Para petani sedang menjemur gabah atau marus di Cimaung, Kab Bandung, Minggu (01/11/26).dok: Amran Halim/ Kab Bandung
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Intip kesibukan petani Cimaung saat panen raya! Mengenal tradisi gacong, marus, hingga update harga gabah terbaru di Kabupaten Bandung.
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Memasuki musim panen raya, suasana kesibukan mewarnai kawasan persawahan di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

2

Para petani sibuk memanen tanaman padi yang telah menguning serta memisahkan bulir dari tangkainya melalui tradisi lokal yang disebut gacong .

3

Usai gacong , proses dilanjutkan dengan menjemur gabah di bawah terik matahari hingga mengering sempurna, yang oleh warga setempat dikenal dengan istilah marus...

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

KABUPATEN BANDUNG - BEDAINNEWS.COM - Memasuki musim panen raya, suasana kesibukan mewarnai kawasan persawahan di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Para petani sibuk memanen tanaman padi yang telah menguning serta memisahkan bulir dari tangkainya melalui tradisi lokal yang disebut gacong.

Usai gacong, proses dilanjutkan dengan menjemur gabah di bawah terik matahari hingga mengering sempurna, yang oleh warga setempat dikenal dengan istilah marus.

Nilai Ekonomi dan Sistem Upah Giling

Pantauan Bedainnews.com, di lokasi Minggu (01/11/26), gabah kering hasil marus tersebut disiapkan untuk cadangan pangan keluarga maupun dijual. Saat ini, harga gabah kering di tingkat petani lokal dipatok Rp90.000 per blek (10 kilogram), atau setara Rp9.000 per kilogram.

Petani Cimaung, sedang memisahkan bulir padi dari tangkainya menggunakan Ani Ani yang disebut Gacong, Minggu (01/11/26).dok: Amran Halim / Kab Bandung

Untuk memproses gabah menjadi beras, petani menerapkan skema upah bagi hasil tradisional di fasilitas penggilingan lokal. Upah giling ditetapkan sebesar 1 blek gabah untuk setiap pengerjaan 10 blek marus, atau 10 kilogram gabah per 1 kuintal beras.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Melalui kelestarian tradisi gacong dan marus ini, para petani Cimaung terus menjaga perputaran ekonomi perdesaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara mandiri.B

Kontributor: Amran Halim (Kab Bandung - Jabar)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Panen Raya CimaungTradisi GacongTradisi MarusHarga Gabahkabupaten bandung
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

2 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...