KABUPATEN BANDUNG - BEDAINNEWS.COM - Memasuki musim panen raya, suasana kesibukan mewarnai kawasan persawahan di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Para petani sibuk memanen tanaman padi yang telah menguning serta memisahkan bulir dari tangkainya melalui tradisi lokal yang disebut gacong.
Usai gacong, proses dilanjutkan dengan menjemur gabah di bawah terik matahari hingga mengering sempurna, yang oleh warga setempat dikenal dengan istilah marus.
Nilai Ekonomi dan Sistem Upah Giling
Pantauan Bedainnews.com, di lokasi Minggu (01/11/26), gabah kering hasil marus tersebut disiapkan untuk cadangan pangan keluarga maupun dijual. Saat ini, harga gabah kering di tingkat petani lokal dipatok Rp90.000 per blek (10 kilogram), atau setara Rp9.000 per kilogram.
Petani Cimaung, sedang memisahkan bulir padi dari tangkainya menggunakan Ani Ani yang disebut Gacong, Minggu (01/11/26).dok: Amran Halim / Kab Bandung
Untuk memproses gabah menjadi beras, petani menerapkan skema upah bagi hasil tradisional di fasilitas penggilingan lokal. Upah giling ditetapkan sebesar 1 blek gabah untuk setiap pengerjaan 10 blek marus, atau 10 kilogram gabah per 1 kuintal beras.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Melalui kelestarian tradisi gacong dan marus ini, para petani Cimaung terus menjaga perputaran ekonomi perdesaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara mandiri.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!