PANDEGLANG - BEDAINNEWS.COM - Berdiri kokoh di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang, Banten, tepatnya di area depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Pandeglang, sebuah bangunan menara air atau toren tua peninggalan era kolonial Belanda masih terus menyita perhatian warga maupun pengendara yang melintas.
Bangunan bersejarah tersebut menjadi salah satu saksi bisu perjalanan tata kota Pandeglang dari era kolonial hingga masa kini. Secara arsitektur, toren air berstruktur beton tebal tersebut memperlihatkan gaya pembangunan khas era Hindia Belanda yang mengutamakan ketahanan jangka panjang.
Pada masanya, fasilitas tampungan air ini dibangun oleh pemerintah kolonial untuk menunjang pasokan dan distribusi air bersih bagi pusat administrasi perkantoran serta pemukiman pejabat Belanda di sekitar kawasan perkotaan.
Meski usianya telah mencapai puluhan hingga ratusan tahun, struktur utama menara tampungan air ini relatif masih berdiri tegar. Kehadirannya di tengah modernisasi bangunan perkotaan Pandeglang memberikan nuansa histori yang khas dan menambah kekayaan cagar budaya daerah.
Salah seorang warga setempat sekaligus pemerhati sejarah, Abah Rozak, mengungkapkan bahwa keberadaan toren air ini tidak hanya sekadar penampung air di masa lalu, melainkan simbol sejarah perkembangan infrastruktur air bersih di Kabupaten Pandeglang.
"Bangunan ini punya nilai sejarah yang tinggi. Banyak warga atau pendatang yang lewat sering penasaran dengan asal-usul menara tua ini. Ini adalah aset sejarah Pandeglang yang perlu terus dijaga dan dirawat agar generasi muda tahu sejarah kotanya," ujar Abah Rozak, Selasa (14/10/2026).
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Di tengah pesatnya pembangunan daerah, keberadaan aset bersejarah seperti toren air di depan Polres Pandeglang ini diharapkan dapat terus dilestarikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Selain sebagai sarana edukasi sejarah, situs-situs peninggalan masa lalu ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata sejarah (heritage) di jantung Kota Pandeglang.
Kontributor: Yayan Rosyansah (Pandeglang-Banten)

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!