SERGAI - SUMUT - BEDAINNEWS.COM — Aktivitas mengupas lidi pelepah kelapa sawit alias 'carli' (cari lidi) kini menjadi tumpuan utama mata pencaharian sebagian masyarakat di Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, Selasa (29/9/2026).
Mata pencaharian ini terpaksa dilakoni warga usai pekerjaan utama mereka sebelumnya terhenti akibat faktor penurunan kondisi kesehatan hingga gulung tikarnya usaha tempat mereka bekerja.
Upah Rp50 Ribu Demi Bertahan Hidup
Salah seorang warga, Pak Sarimo, kini menggantungkan nasib sebagai buruh pencari lidi harian usai terpaksa meninggalkan profesi lamanya sebagai pengumpul kayu balok akibat keterbatasan fisik dan kesehatan. Dengan tenaga yang tersisa, ia meraut lidi pelepah sawit dan hanya mampu mengantongi upah rata-rata Rp50.000 per hari untuk menyambung hidup keluarga.
"Saya sangat berharap pemerintah hadir memberikan bantuan sosial. Selama ini saya tidak pernah merasakan program bantuan seperti warga lainnya," ungkap Sarimo.
Desak Kepastian Harga dan Alat Modern
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Keluhan senada disampaikan pasangan kakak beradik, Ana dan Ani. Saat ditemui di lokasi penjemuran lidi, keduanya tampak telaten memisahkan helai daun sawit dari lidinya secara manual. Mereka mendesak pemerintah daerah turun tangan menjaga stabilitas harga jual lidi serta memfasilitasi peralatan pengupas lidi yang modern agar hasil produksi warga lebih ekonomis dan efisien. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!