Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Sorotan

Tak Pernah Tersentuh Bantuan, Pencari Lidi Sergai Menjerit

Kontributor: Nurhakim Sitanggang (Sergei - Sumut)|Editor: Redaksi Bedain|
Selasa, 29 September 2026 pukul 06.47 WIB
|
1 menit baca
Tak Pernah Tersentuh Bantuan, Pencari Lidi Sergai Menjerit
Aktivitas Carli di kabupaten Serdang Bedagai, Sergai, khususnya warga desa Marjanji, kecamatan Sipispis, Selasa (29/09/2026)
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Aktivitas mengupas lidi pelepah kelapa sawit alias 'carli' (cari lidi) kini menjadi tumpuan utama mata pencaharian sebagian masyarakat di ...
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Mata pencaharian ini terpaksa dilakoni warga usai pekerjaan utama mereka sebelumnya terhenti akibat faktor penurunan kondisi kesehatan hingga gulung tikarnya...

2

Upah Rp50 Ribu Demi Bertahan Hidup.

3

Salah seorang warga, Pak Sarimo, kini menggantungkan nasib sebagai buruh pencari lidi harian usai terpaksa meninggalkan profesi lamanya sebagai pengumpul kayu...

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

SERGAI - SUMUT - BEDAINNEWS.COM — Aktivitas mengupas lidi pelepah kelapa sawit alias 'carli' (cari lidi) kini menjadi tumpuan utama mata pencaharian sebagian masyarakat di Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, Selasa (29/9/2026).

Mata pencaharian ini terpaksa dilakoni warga usai pekerjaan utama mereka sebelumnya terhenti akibat faktor penurunan kondisi kesehatan hingga gulung tikarnya usaha tempat mereka bekerja.

Upah Rp50 Ribu Demi Bertahan Hidup

Salah seorang warga, Pak Sarimo, kini menggantungkan nasib sebagai buruh pencari lidi harian usai terpaksa meninggalkan profesi lamanya sebagai pengumpul kayu balok akibat keterbatasan fisik dan kesehatan. Dengan tenaga yang tersisa, ia meraut lidi pelepah sawit dan hanya mampu mengantongi upah rata-rata Rp50.000 per hari untuk menyambung hidup keluarga.

"Saya sangat berharap pemerintah hadir memberikan bantuan sosial. Selama ini saya tidak pernah merasakan program bantuan seperti warga lainnya," ungkap Sarimo.

Desak Kepastian Harga dan Alat Modern

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Keluhan senada disampaikan pasangan kakak beradik, Ana dan Ani. Saat ditemui di lokasi penjemuran lidi, keduanya tampak telaten memisahkan helai daun sawit dari lidinya secara manual. Mereka mendesak pemerintah daerah turun tangan menjaga stabilitas harga jual lidi serta memfasilitasi peralatan pengupas lidi yang modern agar hasil produksi warga lebih ekonomis dan efisien. B

Kontributor: Nurhakim Sitanggang (Sergei - Sumut)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:LidiBantuanDesa MarjanjiKecamatan Sipispissergai - sumut
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...