SANGIHE - SULUT - BEDAINNEWS.COM — Moda transportasi darat berupa becak motor (bentor) kini tak terpisahkan dari urat nadi perekonomian dan mobilitas warga di Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Meski menjadi tulang punggung keluarga, para pahlawan jalanan ini rupanya masih rentan karena beroperasi tanpa naungan wadah resmi. Desakan untuk segera membentuk organisasi profesi pun mulai menggema pada Selasa (6/10/2026).
Ahmad, salah satu pengemudi bentor di kawasan tersebut, membeberkan realita bahwa rekan-rekan seprofesinya selama ini berjuang secara independen demi menyambung hidup dan melayani penumpang.
Absennya sebuah asosiasi membuat mereka rawan menghadapi berbagai risiko di jalanan tanpa adanya kepastian perlindungan hukum. Ia menegaskan, inisiatif pembentukan pengurus ini murni didasari kebutuhan akan jaminan keamanan, bukan sekadar ambisi segelintir pihak.
"Ke depannya, kami sangat mendambakan adanya struktur kepengurusan yang jelas. Jadi, apabila terjadi insiden atau masalah saat kami menarik penumpang, sudah ada lembaga yang siap melindungi dan mendampingi," ungkap Ahmad di tengah kesibukannya.
Jauh sebelum tuntutan ini mencuat, komunitas sopir bentor sebenarnya telah mengambil langkah awal dengan mendirikan Kelompok Simpan Pinjam (KSB). Bahkan, mereka sempat memproyeksikan pendaftaran legalitas ke pihak Kesbangpol setempat. Sayangnya, rencana tersebut belum terealisasi sepenuhnya, sehingga hingga detik ini aktivitas operasional mereka masih bersifat perorangan dan belum memiliki struktur kepemimpinan yang sah.
Lebih dari sekadar payung hukum, urgensi pembentukan organisasi ini juga berkaitan erat dengan manajemen armada. Berdasarkan perkiraan, saat ini terdapat kurang lebih 100 unit bentor yang mengaspal di wilayah tersebut. Ahmad menggarisbawahi lemahnya pengawasan terhadap unit-unit baru maupun kendaraan yang masuk dari luar daerah akibat ketiadaan regulasi internal.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Oleh karena itu, ia menargetkan penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang mewajibkan seluruh armada baru untuk mendaftar secara resmi. Melalui sistem pendataan yang tertib, populasi bentor di Sangihe diharapkan dapat dikendalikan dan disesuaikan dengan kapasitas serta kebutuhan transportasi daerah. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!