Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Serangan AS ke Kapal Narkoba Diduga Kejahatan Kemanusiaan

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain|
Selasa, 22 September 2026 pukul 06.36 WIB
|
1 menit baca
Serangan AS ke Kapal Narkoba Diduga Kejahatan Kemanusiaan
Ilustrasi Ai
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai tindakan militer Amerika Serikat yang membombardir kapal-kapal terduga pengangkut narkoba di perairan internasional
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Laporan Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Kontraterorisme, Ben Saul, mengonfirmasi bahwa militer AS telah melancarkan 68 serangan di Laut Karibia...

2

Operasi mematikan tersebut menewaskan sedikitnya 223 orang tanpa proses peradilan yang sah.

3

Pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump bergeming dengan dalih membela diri dari aksi "narkoteroris".

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

Jakarta — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai tindakan militer Amerika Serikat yang membombardir kapal-kapal terduga pengangkut narkoba di perairan internasional melanggar hukum internasional dan melampaui batas hingga berpotensi tergolong kejahatan terhadap kemanusiaan.

Laporan Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Kontraterorisme, Ben Saul, mengonfirmasi bahwa militer AS telah melancarkan 68 serangan di Laut Karibia serta Samudra Pasifik sejak September 2025 hingga Agustus 2026.

Operasi mematikan tersebut menewaskan sedikitnya 223 orang tanpa proses peradilan yang sah. Pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump bergeming dengan dalih membela diri dari aksi "narkoteroris". Namun, analisis PBB menolak keras klaim tersebut. Perdagangan narkotika tidak memenuhi syarat legal sebagai "serangan bersenjata" yang melegitimasi aksi militer.

Selain itu, tidak ada bukti faktual bahwa kelompok kartel bertindak sebagai wakil bersenjata pemerintah Venezuela. Dampak operasi ini dinilai fatal dan salah sasaran.

Banyak korban tewas diduga kuat merupakan nelayan kecil asal Ekuador yang terperangkap dalam tindakan pembunuhan ekstrayudisial.

Di sisi lain, kampanye militer berbiaya 4,7 miliar dolar AS ini terbukti tidak efektif. Jalur utama penyelundupan kokain sejatinya memanfaatkan kapal kontainer kargo komersial, sementara krisis fatalitas fentanil di AS tidak bersumber dari rute laut Karibia.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Dengan mengeksekusi terduga pelaku tingkat bawah di laut lepas, AS justru merusak penyelidikan hukum untuk membongkar sindikat kartel utama.

PBB pun mendesak Washington menghentikan pengeboman ini, menginvestigasi pelanggaran HAM, serta memberikan ganti rugi kepada keluarga korban.

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:SeranganPerserikatan BangsaAmerika SerikatLaporan Pelapor Khusus
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...