Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Pendidikan

Rahasia Jurnalis Menggali Kutipan Emas Saat Wawancara

Kontributor: Mahmud Marhaba - Jakarta|Editor: Redaksi Bedain|
Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 06.31 WIB
|
1 menit baca
Rahasia Jurnalis Menggali Kutipan Emas Saat Wawancara
Mahmud Marhaba, Pemred Bedain News
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Bukan cuma soal pertanyaan tajam, ini trik rahasia jurnalis menggali informasi penting dan kutipan emas lewat seni mendengar aktif. Simak caranya!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Banyak jurnalis pemula mengira bahwa kesuksesan sebuah wawancara ditentukan sepenuhnya oleh seberapa tajam pertanyaan yang diajukan.

2

Akibatnya, mereka sering kali terlalu sibuk memikirkan pertanyaan selanjutnya di dalam kepala, hingga mengabaikan apa yang sedang diucapkan oleh narasumber di...

3

Dalam ilmu komunikasi jurnalistik modern, wawancara bukanlah sebuah interogasi satu arah, melainkan sebuah tarian dialog.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

JAKARTA - BEDAINNEWS.COM — Banyak jurnalis pemula mengira bahwa kesuksesan sebuah wawancara ditentukan sepenuhnya oleh seberapa tajam pertanyaan yang diajukan. Akibatnya, mereka sering kali terlalu sibuk memikirkan pertanyaan selanjutnya di dalam kepala, hingga mengabaikan apa yang sedang diucapkan oleh narasumber di hadapan mereka.

Dalam ilmu komunikasi jurnalistik modern, wawancara bukanlah sebuah interogasi satu arah, melainkan sebuah tarian dialog. Dan fondasi utama dari wawancara yang hidup adalah Mendengar Aktif (Active Listening).

3 Langkah Menguasai Teknik 'Active Listening' di Lapangan

1. Kuasai Seni Jeda (The Power of Silence)

Setelah narasumber menyelesaikan jawabannya, jangan langsung menyambar dengan pertanyaan berikutnya. Berikan jeda hening selama 2 hingga 3 detik.

  • Efek Psikologis: Bagi kebanyakan orang, keheningan terasa tidak nyaman. Narasumber yang merasa ada ruang kosong di akhir kalimatnya sering kali merasa terdorong untuk melengkapinya dengan bocoran informasi tambahan yang lebih jujur atau spesifik.
  • Praktik Lapangan: Biarkan narasumber merenung sejenak sebelum Anda melempar pertanyaan pendalaman berikutnya.

2. Tangkap 'Kutipan Emas' (Golden Quote) Lewat Kalimat Spontan

Narasumber elit atau pejabat biasanya berbicara menggunakan draf resmi atau bahasa birokrat yang kaku. Namun, di tengah wawancara, mereka sering kali lepas kendali dan menggunakan metafora atau kalimat spontan yang sangat kuat.

  • Tugas Jurnalis: Pasang telinga tajam untuk menangkap kalimat-kalimat metaforis, analogi unik, atau nada emosi yang tulus. Kutipan inilah yang wajib dicatat verbatim (kata per kata) untuk dijadikan judul atau kutipan utama (pull quote) di berita Anda.

3. Gunakan Teknik Parafrase Konfirmasi (Reflective Feedback)

Jika narasumber menjelaskan data yang sangat rumit (misalnya regulasi keuangan atau teknis hukum), jangan langsung mengangguk jika belum paham. Ulangi intinya dengan bahasa Anda sendiri untuk memastikan tidak ada misinformasi.

  • Contoh di Lapangan: "Izin menyederhanakan, Pak. Artinya, jika regulasi ini disahkan bulan depan, seluruh alokasi dana darurat otomatis dialihkan ke sektor infrastruktur ya, Pak?" Ini menunjukkan bahwa jurnalis benar-benar menyimak dengan serius.

Catatan Redaksi Bedainnews.com

"Mulut seorang jurnalis bertugas bertanya, namun telinga dan hatinya bertugas menyelami kebenaran. Wartawan yang hebat tahu persis kapan harus berbicara, dan kapan harus menjadi pendengar paling teliti di dunia."B

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp
Kontributor: Mahmud Marhaba - Jakarta|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Teknik WawancaraJurnalistikActive ListeningTips JurnalisKutipan EmasJAKARTA
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...