PALU,BEDAINNEWS.COM – Pasokan bawang merah asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke pasar lokal terganggu akibat dampak musim kemarau atau El Nino. Kondisi ini memicu penyesuaian harga jual di tingkat pedagang eceran hingga nyaris menyaingi harga bawang merah lokal Palu.
Saiful (45), salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Inpres Manonda, Kelurahan Balaroa, Kota Palu, mengungkapkan bahwa ia memasok barang tersebut langsung dari petani di Bima.
"Bawang merah ini dijual dengan harga eceran sekitar Rp35.000 per kilogram, sementara harga grosir atau per karung dipatok Rp25.000 per kilogram," ujar Saiful saat ditemui BEDAINNEWS.COM, Jumat (25/9/2026).
Menurut Saiful, daya beli masyarakat saat ini cukup bervariasi. Konsumen umumnya membeli dalam kemasan eceran kecil, mulai dari pecahan Rp5.000, Rp10.000, hingga ukuran 1 kilogram.
Selain dari Bima, pasokan bawang merah yang masuk ke wilayah Palu juga didatangkan dari Enrekang, Sulawesi Selatan.
Sebagai pedagang, Saiful berharap jalur distribusi dan aktivitas penjualan dapat kembali normal di tengah tantangan cuaca ekstrem saat ini.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Kontributor Palu: Ibrahim Aji

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!