Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Pendidikan

Tenaga Pengajar Terbatas, SDN 2 Rancahan Gabungkan Kelas 3 dan 6

Kontributor: Ade Nur|Editor: Redaksi Bedain|
Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 22.59 WIB
|
1 menit baca
Tenaga Pengajar Terbatas, SDN 2 Rancahan Gabungkan Kelas 3 dan 6
Krisis guru, siswa kelas 3 dan 6 SDN 2 Rancahan belajar dalam satu ruangan.
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Miris! Siswa kelas 3 dan 6 di SDN 2 Rancahan Indramayu harus belajar satu ruangan karena kurang guru. Apa penyebabnya? Cek selengkapnya!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Keterbatasan tenaga pengajar di SD Negeri 2 Rancahan, Blok Kalo Gede, Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, menjadi kendala dalam...

2

Kondisi tersebut membuat siswa kelas 3 dan kelas 6 terpaksa mengikuti pembelajaran secara bersamaan dalam satu ruangan agar kegiatan belajar tetap berlangsung.

3

Penggabungan kelas tersebut bukan disebabkan keterbatasan ruang belajar.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

INDRAMAYU - BEDAINNEWS.COM – Keterbatasan tenaga pengajar di SD Negeri 2 Rancahan, Blok Kalo Gede, Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Kondisi tersebut membuat siswa kelas 3 dan kelas 6 terpaksa mengikuti pembelajaran secara bersamaan dalam satu ruangan agar kegiatan belajar tetap berlangsung.

Penggabungan kelas tersebut bukan disebabkan keterbatasan ruang belajar. Pihak sekolah menyebutkan ruang kelas yang tersedia sebenarnya mencukupi, tetapi jumlah tenaga pendidik belum memadai untuk mendampingi seluruh kelas secara terpisah.

Saat ini, SDN 2 Rancahan memiliki enam tenaga pengajar yang terdiri atas lima guru kelas dan satu guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Keterbatasan tenaga pendidik membuat sekolah harus menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan guru yang tersedia.

Guru kelas 5 SDN 2 Rancahan, Efendi, membenarkan kekurangan tenaga pengajar menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi sekolah.

“Ya, kondisi ini terjadi memang karena kita kekurangan tenaga pengajar,” ujar Efendi.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Menurut Efendi, kondisi tersebut juga dipengaruhi banyaknya guru yang memasuki masa pensiun, sementara penerimaan tenaga pengajar baru masih terbatas.

“Guru yang pensiun sudah banyak, sementara penerimaan tenaga pengajar masih minim,” ungkapnya.

Akibat kondisi tersebut, siswa kelas 3 dan kelas 6 harus mengikuti pembelajaran dalam satu ruangan meski memiliki materi dan kebutuhan belajar yang berbeda. Guru harus membagi perhatian agar materi masing-masing tingkat kelas tetap dapat disampaikan.

Guru kelas 6, Iyus, yang turut mengajar siswa kelas 3 dalam satu ruangan, membenarkan penggabungan kelas dilakukan karena jumlah tenaga pengajar belum mencukupi.

“Iya, betul, terpaksa digabung dalam satu ruangan karena tenaga pengajarnya kurang,” terang Iyus.

Penggabungan dua kelas dalam satu ruangan menjadi tantangan tersendiri bagi guru maupun siswa. Selain harus mengatur penyampaian materi untuk dua tingkat kelas, guru juga dituntut memastikan siswa tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Rancahan belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut terkait penanganan kekurangan tenaga pengajar. Saat hendak dikonfirmasi, kepala sekolah tidak berada di tempat. Posisi kepala sekolah saat ini diketahui masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Para guru berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu memberikan perhatian terhadap kebutuhan tenaga pengajar di SDN 2 Rancahan.

Penambahan tenaga pendidik dinilai diperlukan agar setiap kelas dapat melaksanakan pembelajaran secara terpisah. Dengan demikian, proses belajar mengajar diharapkan lebih terarah dan siswa memperoleh pendampingan sesuai tingkat pendidikannya. B

Kontributor: Ade Nur|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:SDN 2 RancahanKurang GuruPendidikan IndramayuGabuswetanKrisis Tenaga Pengajar
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...