INDRAMAYU - BEDAINNEWS.COM – Keterbatasan tenaga pengajar di SD Negeri 2 Rancahan, Blok Kalo Gede, Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Kondisi tersebut membuat siswa kelas 3 dan kelas 6 terpaksa mengikuti pembelajaran secara bersamaan dalam satu ruangan agar kegiatan belajar tetap berlangsung.
Penggabungan kelas tersebut bukan disebabkan keterbatasan ruang belajar. Pihak sekolah menyebutkan ruang kelas yang tersedia sebenarnya mencukupi, tetapi jumlah tenaga pendidik belum memadai untuk mendampingi seluruh kelas secara terpisah.
Saat ini, SDN 2 Rancahan memiliki enam tenaga pengajar yang terdiri atas lima guru kelas dan satu guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Keterbatasan tenaga pendidik membuat sekolah harus menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan guru yang tersedia.
Guru kelas 5 SDN 2 Rancahan, Efendi, membenarkan kekurangan tenaga pengajar menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi sekolah.
“Ya, kondisi ini terjadi memang karena kita kekurangan tenaga pengajar,” ujar Efendi.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Menurut Efendi, kondisi tersebut juga dipengaruhi banyaknya guru yang memasuki masa pensiun, sementara penerimaan tenaga pengajar baru masih terbatas.
“Guru yang pensiun sudah banyak, sementara penerimaan tenaga pengajar masih minim,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, siswa kelas 3 dan kelas 6 harus mengikuti pembelajaran dalam satu ruangan meski memiliki materi dan kebutuhan belajar yang berbeda. Guru harus membagi perhatian agar materi masing-masing tingkat kelas tetap dapat disampaikan.
Guru kelas 6, Iyus, yang turut mengajar siswa kelas 3 dalam satu ruangan, membenarkan penggabungan kelas dilakukan karena jumlah tenaga pengajar belum mencukupi.
“Iya, betul, terpaksa digabung dalam satu ruangan karena tenaga pengajarnya kurang,” terang Iyus.
Penggabungan dua kelas dalam satu ruangan menjadi tantangan tersendiri bagi guru maupun siswa. Selain harus mengatur penyampaian materi untuk dua tingkat kelas, guru juga dituntut memastikan siswa tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Rancahan belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut terkait penanganan kekurangan tenaga pengajar. Saat hendak dikonfirmasi, kepala sekolah tidak berada di tempat. Posisi kepala sekolah saat ini diketahui masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).
Para guru berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu memberikan perhatian terhadap kebutuhan tenaga pengajar di SDN 2 Rancahan.
Penambahan tenaga pendidik dinilai diperlukan agar setiap kelas dapat melaksanakan pembelajaran secara terpisah. Dengan demikian, proses belajar mengajar diharapkan lebih terarah dan siswa memperoleh pendampingan sesuai tingkat pendidikannya. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!