PROBOLINGGO - JATIM - BEDAINNEWS.COM - Usaha Rumah Sayur berbasis bangunan
bambu di atas Sungai Randu, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota
Probolinggo, hadir sebagai pusat distribusi pangan langsung dari petani lokal,
Kamis (24/9/2026).
Inovasi tempat transaksi hortikultura tersebut berupaya
memotong rantai tengkulak guna memastikan harga jual yang adil bagi petani dan
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
konsumen.
Konsep Minimalis dan Misi Kesejahteraan Petani
Berdiri sejak Juli 2026 di Jalan Sunan Ampel, bangunan
berukuran 3 x 6 meter berbahan dasar bambu tersebut dirancang unik tepat di
atas aliran sungai. Meski berkonsep minimalis, keberadaan Rumah Sayur ini
diproyeksikan menjadi cikal bakal pusat distribusi produk hortikultura daerah.
Pemilik Rumah Sayur, Muhammad, menegaskan bahwa kehadiran
tempat ini bertujuan memperkuat rantai pasok pangan serta menghentikan praktik
distribusi yang kerap merugikan petani.
"Kita ingin memotong rantai distribusi agar petani
mendapatkan harga terbaik, sementara masyarakat memperoleh sayuran segar
berkategori fresh langsung dari ladang," ujarnya.
Apresiasi Lurah dan Dorongan Pengendalian Inflasi
Kehadiran terobosan distribusi pangan lokal ini mendapat
sambutan positif dari pemerintah kelurahan setempat. Lurah Jrebeng Lor, Yudo
Pratomo, menilai keberadaan Rumah Sayur krusial dalam menekan laju inflasi
daerah sekaligus mengamankan pendapatan para petani hortikultura.
Dukungan senada disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan
Masyarakat (LPM) Kelurahan Jrebeng Lor, Mas Inos. Ia menilai ekosistem
pertanian dari hulu ke hilir yang dibangun Rumah Sayur mampu menjadi inspirasi
dalam menjaga ketersediaan pangan berkelanjutan di Kota Probolinggo.#
Kontributor: M. Hisbullah Huda (Jawa Timur)

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!