Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Ratusan Hektar Wijen di Nganjuk, Petani Untung Tipis

Kontributor: Suwarno (Nganjuk)|Editor: Redaksi Bedain|
Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 14.20 WIB
|
1 menit baca
Ratusan Hektar Wijen di Nganjuk, Petani Untung Tipis
Ratusan hektar lahan persawahan di Desa Sumengko Nganjuk ditanami wijen, Kamis (15/10/26). dok : Suwarno/ Nganjuk
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Ratusan hektar tanaman wijen hiasi Desa Sumengko Nganjuk. Di balik panen melimpah, petani hadapi sewa lahan tinggi dan tipisnya margin keuntungan.
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Hamparan persawahan seluas ratusan hektar di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, kini didominasi oleh budidaya tanaman wijen ( Sesamum...

2

Tanaman yang dikenal sebagai bahan baku utama penghasil minyak nabati ini menjadi komoditas pilihan warga lokal pada Kamis (15/10/2026).

3

Meskipun potensi lahannya sangat membentang luas, para petani menyuarakan tantangan ekonomi terkait besarnya biaya sewa lahan serta tipisnya margin keuntungan.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

NGANJUK - BEDAINNEWS.COM — Hamparan persawahan seluas ratusan hektar di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, kini didominasi oleh budidaya tanaman wijen (Sesamum indicum L.).

Tanaman yang dikenal sebagai bahan baku utama penghasil minyak nabati ini menjadi komoditas pilihan warga lokal pada Kamis (15/10/2026).

Meskipun potensi lahannya sangat membentang luas, para petani menyuarakan tantangan ekonomi terkait besarnya biaya sewa lahan serta tipisnya margin keuntungan.

salah seorang petani lokal, Bu Lilin, mengungkapkan bahwa lahan sawah seluas seperempat hektar membutuhkan sekitar 1 kilogram benih wijen.

Dari Luas lahan tersebut, proses panen mampu menghasilkan sekitar 2 kuintal wijen kering dengan harga jual pasaran Rp30.000 per kilogram.

Tingginya Biaya Sewa dan Tumpang Sari Labu

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Untuk menggarap lahan persawahan tersebut, Bu Lilin harus membayar biaya sewa lahan mencapai Rp7.000.000 per tahun.

"Lahan sewa ini hanya bisa digunakan untuk tiga kali masa tanam dalam setahun," tutur Bu Lilin kepada awak media pada Kamis (15/10/2026).

Guna menutup tingginya biaya operasional, ia menerapkan sistem tumpang sari dengan menanam sayur labu di sela-sela wijen yang dijual seharga Rp2.000 per buah.

Ia menambahkan, jika pekerjaan dikerjakan menggunakan jasa buruh, hasilnya hanya pas-pasan, sementara jika digarap sendiri pun keuntungan yang didapat sangat minim.B

Kontributor: Suwarno (Nganjuk)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Tanaman WijenPetani NganjukDesa SumengkoHarga WijenBudidaya Wijen
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

2 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...