INDRAMAYU - BEDAINNEWS.COM — Pengelola budidaya ikan di Indramayu raup keuntungan menjanjikan dari siklus panen lele dan nila sistem bioflok, Sabtu (31/10/2026).
Praktik perikanan modern yang dikembangkan oleh Sunardi di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Haurgeulis, terbukti memberikan hasil ekonomi yang sangat menggiurkan.
Dengan memanfaatkan kolam berukuran 4x4 meter, proses pemeliharaan intensif mampu menghasilkan produksi melimpah dalam jangka waktu relatif singkat.
Manajemen pengelolaan air yang bersumber dari sumur bor serta kedisiplinan pemberian pakan menjadi penentu utama kualitas hasil akhir komoditas.
Rincian Siklus Produksi dan Kapasitas Hasil Panen Per Kolam
Melalui penebaran benur sebanyak 2.500 ekor per unit kolam, masa pemeliharaan hingga siap konsumsi hanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
Kebutuhan pakan pelet dalam satu siklus tercatat menghabiskan sekitar 2,5 kuintal guna memastikan pertumbuhan bobot ikan berlangsung optimal.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Setelah melewati fase penyortiran ketat untuk menjaga keseragaman ukuran, total produksi yang berhasil dipanen mampu mencapai kisaran 7 kuintal per kolam.
"Dari awal penebaran sampai masa panen membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan, dengan pemberian pakan dan perawatan yang dilakukan secara rutin," ujar Sunardi.
Analisis Harga Jual di Tingkat Tengkulak dan Prospek Pasar
Seluruh hasil panen berkualitas tinggi tersebut langsung disalurkan kepada para tengkulak lokal yang mendatangi lokasi kolam penampungan.
Komoditas ikan lele dipasarkan dengan kisaran harga Rp25.000 per kilogram, sementara ikan nila merah dibanderol lebih tinggi antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Stabilitas harga jual di tingkat pembeli besar memberikan kepastian margin keuntungan bagi para pelaku usaha perikanan air tawar di daerah.
Inovasi budidaya mandiri ini diharapkan mampu memotivasi masyarakat luas untuk memperkuat sektor ketahanan pangan dan ekonomi produktif perdesaan. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!