PIDIE - BEDAINNEWS.COMā Kuliner tradisional Mie Caluek racikan Wak Ya (50) tetap melegenda di kawasan Kompleks Pelajar Tijue, Kabupaten Pidie, Aceh.
Warga Gampong Lampeudeu Tunong ini telah setia berjualan mi khas Aceh tersebut di lokasi sama sejak tahun 2000 lalu.
Lapak dagangannya berdiri tepat berdampingan dengan SMP Negeri 2, MTsN 1, serta MAN 1 Sigli sehingga menjadi langganan favorit para pelajar.
"Sudah sejak tahun 2000 saya berjualan Mie Caluek di sini," ujar Wak Ya di sela kegiatannya, Kamis (22/10/2026).
Cita rasa gurih pedas kuliner ini berasal dari kombinasi mi, urap sayur kelapa, sambal lado, kelapa gongseng, serta taburan garam.
Perpaduan bumbu rempah sederhana tersebut menciptakan karakter rasa otentik yang membuat pelanggan selalu kembali menikmati olahan mi tradisional tersebut.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Ketekunan Puluhan Tahun Menjaga Warisan Kuliner Khas Aceh
Konsistensi Wak Ya selama 26 tahun berjualan menjadi potret perjuangan pedagang kecil dalam merawat warisan resep kuliner lokal masyarakat.
Di tengah gempuran aneka jajanan modern saat ini, lapak mi sederhana milik Wak Ya terbukti mampu bertahan lebih dari dua dekade.
Kehadiran usaha mikro ini turut memutar roda ekonomi kerakyatan sekaligus melengkapi dinamika harian di lingkungan kawasan pendidikan Tijue Sigli.
Kisah ketekunan Wak Ya membuktikan bahwa keberadaan kuliner tradisional tidak selalu membutuhkan gedung restoran besar untuk tetap diminati pembeli harian.
Mie Caluek Wak Ya kini menjadi bagian tak terpisahkan dari memori kolektif alumni pelajar serta warga sekitar Kabupaten Pidie.
Perjuangan gigih pedagang kecil ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian makanan khas daerah di tengah arus modernisasi zaman.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!