MANADO - BEDAINNEWS.COM — Kekayaan kuliner Sulawesi Utara tidak hanya bertumpu pada hidangan pedas kaya rempah, tetapi juga tersaji lewat aneka camilan khas hasil kreasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Berbagai produk buah tangan ini menawarkan cita rasa khas yang memikat para wisatawan di Kota Manado, Minggu (11/10/2026).
Mulai dari manisnya halua kenari, renyahnya kacang tore Kawangkoan, kukis hoa berbahan sagu, hingga olahan abon rica roa, seluruhnya menjadi simbol kekayaan hasil alam daerah.
Cita Rasa Manis dan Gurih Hasil Alam
Salah satu camilan unggulan yang memikat pengunjung adalah halua kenari. Makanan ringan berbahan dasar kacang kenari yang dipadu gula merah atau gula batu ini menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih.
Selain itu, kacang tore asal Kawangkoan, Minahasa, yang diolah dengan teknik sangrai (songara) turut menjadi favorit lewat varian kacang batik, kacang merah, hingga kacang belimbing.
Tak ketinggalan, kreasi tradisional kukis hoa dari bahan sagu serta renyahnya keripik pisang goroho dengan varian original, pedas, hingga manis gula merah semakin melengkapi ragam opsi oleh-oleh.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Karakter Pedas dan Peluang Pasar UMKM
Bagi penikmat cita rasa pedas, olahan abon rica roa menghadirkan karakter khas kuliner Sulawesi Utara yang sangat kuat. Produk ikan roa berbumbu rica-rica ini bahkan telah masuk ke pusat perbelanjaan seperti Jumbo Pasar Swalayan Manado, memudahkan masyarakat maupun wisatawan untuk mendapatkannya.
Keberadaan ragam camilan ini membuktikan tingginya kreativitas pelaku UMKM dalam mengemas bahan pangan lokal. Dukungan pembeli terhadap produk dalam negeri menjadi motor penggerak penting untuk memperkuat rantai ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan identitas kuliner Manado ke panggung nasional.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!