PALU - SULTENG - BEDAINNEWS.COM — Puluhan hektar lahan persawahan milik Kelompok Tani Kawatuna di Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, terancam mengalami gagal panen. Kondisi ini dipicu oleh krisis air akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut sejak awal masa tanam pada Agustus 2026.
Salah seorang petani setempat, Mulfin, menyatakan bahwa kekeringan telah menyebabkan pasokan pada saluran irigasi utama terhenti total. Dampaknya, distribusi air ke petak-petak sawah yang tanamannya baru memasuki usia dua bulan tidak dapat berjalan.
"Saat ini kami mengalami krisis air parah khususnya saluran irigasi yang kekeringan sehingga tidak dapat menyuplai air ke lahan sawah kami. Kami sangat butuh bantuan alat pompa air untuk menangani masalah kekeringan ini," ujar Mulfin saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2026).
Para petani mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera mendistribusikan bantuan mesin pompa air guna menyelamatkan tanaman padi sebelum jadwal panen perdana pada Oktober 2026 mendatang.
Di tengah keterbatasan pasokan air, para petani bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) tetap melakukan pemeliharaan intensif melalui pemupukan terpadu dan pengendalian hama. Langkah penanganan cepat melalui pasokan pompa air dinilai menjadi kunci vital untuk menjaga target produksi gabah di wilayah Kawatuna.(*)
Kontributor : Muh Agus (Palu - Sulteng)
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!