Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Puluhan Hektar Sawah Di Kawatuna Palu Terancam Gagal Panen

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain|
Minggu, 27 September 2026 pukul 05.04 WIB
|
1 menit baca
Puluhan Hektar Sawah Di Kawatuna Palu Terancam Gagal Panen
Kekeringan melanda lahan persawahan di Kawatuna, Kota Palu
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
BEDAINNEWS.COM — Puluhan hektar lahan persawahan m...
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Kondisi ini dipicu oleh krisis air akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut sejak awal masa tanam pada Agustus 2026.

2

Salah seorang petani setempat, Mulfin, menyatakan bahwa kekeringan telah menyebabkan pasokan pada saluran irigasi utama terhenti total.

3

Dampaknya, distribusi air ke petak-petak sawah yang tanamannya baru memasuki usia dua bulan tidak dapat berjalan.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PALU - SULTENG - BEDAINNEWS.COM — Puluhan hektar lahan persawahan milik Kelompok Tani Kawatuna di Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, terancam mengalami gagal panen. Kondisi ini dipicu oleh krisis air akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut sejak awal masa tanam pada Agustus 2026.

Salah seorang petani setempat, Mulfin, menyatakan bahwa kekeringan telah menyebabkan pasokan pada saluran irigasi utama terhenti total. Dampaknya, distribusi air ke petak-petak sawah yang tanamannya baru memasuki usia dua bulan tidak dapat berjalan.

"Saat ini kami mengalami krisis air parah khususnya saluran irigasi yang kekeringan sehingga tidak dapat menyuplai air ke lahan sawah kami. Kami sangat butuh bantuan alat pompa air untuk menangani masalah kekeringan ini," ujar Mulfin saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2026).

Para petani mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera mendistribusikan bantuan mesin pompa air guna menyelamatkan tanaman padi sebelum jadwal panen perdana pada Oktober 2026 mendatang.

Di tengah keterbatasan pasokan air, para petani bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) tetap melakukan pemeliharaan intensif melalui pemupukan terpadu dan pengendalian hama. Langkah penanganan cepat melalui pasokan pompa air dinilai menjadi kunci vital untuk menjaga target produksi gabah di wilayah Kawatuna.(*)

Kontributor : Muh Agus (Palu - Sulteng)

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp
Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:KawatunaPanenSawahKelompok Tani Kawatunapalu - sulteng
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...