Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Inspirasi Iman

Puasa Islam vs Intermittent Fasting untuk Diet Sehat

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain|
Senin, 12 Oktober 2026 pukul 01.31 WIB
|
1 menit baca
Puasa Islam vs Intermittent Fasting untuk Diet Sehat
Ilustrasi Ai
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Mau diet sehat? Bandingkan puasa Islam dan Intermittent Fasting di sini. Temukan rahasia porsi makan ideal menurut Al-Qur'an dan Hadis!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Metode menekan berat badan melalui pembatasan waktu makan terus menjadi perhatian masyarakat yang sedang menjalani program diet.

2

Dua metode yang paling sering dibandingkan adalah puasa tradisional dan intermittent fasting (IF).

3

​Dalam pandangan Islam, konsep menjaga pola makan dan tidak berlebihan sebenarnya sudah diatur secara jelas.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

JAKARTA - BEDAINNEWS.COM-Metode menekan berat badan melalui pembatasan waktu makan terus menjadi perhatian masyarakat yang sedang menjalani program diet. Dua metode yang paling sering dibandingkan adalah puasa tradisional dan intermittent fasting (IF).

​Dalam pandangan Islam, konsep menjaga pola makan dan tidak berlebihan sebenarnya sudah diatur secara jelas. Islam mengajarkan bahwa tubuh adalah amanah, dan menjaga kesehatan melalui pembatasan porsi makan merupakan bagian dari ajaran Nabi Muhammad SAW.

​Perspektif Islam dan Dalil Al-Qur'an

​Prinsip utama diet dalam Islam adalah kesederhanaan dan proporsionalitas. Allah SWT menegaskan larangan berlebih-lebihan dalam berposisi makan melalui

Surah Al-A'raf ayat 31:

​“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A'raf: 31)

​Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan panduan porsi ideal untuk perut manusia dalam sebuah hadis:

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp
​“Tidak ada tempat yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”
(HR. Tirmidzi)

​Anjuran ini sejalan dengan prinsip dasar puasa sunnah (seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud) yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan jeda biologis bagi organ pencernaan.

​Perbedaan Pola dan Aturan

​Perbedaan mendasar dari kedua metode ini terletak pada fleksibilitas jadwal dan aturan hidrasi selama periode berpuasa.

Pengaruh terhadap Metabolisme

​Secara biologis, kedua metode ini sama-sama bekerja menurunkan kadar insulin dalam darah. Saat tubuh tidak menerima asupan kalori selama belasan jam, cadangan glikogen akan menyusut sehingga tubuh beralih memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi utama.

​Pada puasa tradisional, tantangan terbesar berada pada pengelolaan pola makan saat berbuka agar tidak terjadi konsumsi kalori secara berlebihan (overeating). Sementara itu, pada metode intermittent fasting, izin mengonsumsi cairan nol kalori membantu menjaga hidrasi tubuh dan menekan rasa lapar di luar jendela makan.

​Para ahli kesehatan menekankan bahwa efektivitas kedua metode tersebut tetap bergantung pada konsistensi defisit kalori serta penerapan prinsip halalan thayyiban—memilih makanan yang baik, bergizi, dan tidak berlebihan saat waktu makan tiba.

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Puasa IslamIntermittent FastingDiet SehatPola MakanJAKARTA
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...