Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Opini

Kesatria di Kalbar: Tumpang Sari Sawit Penopang Ketahanan Pangan

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain|
Minggu, 27 September 2026 pukul 16.58 WIB
|
1 menit baca
Kesatria di Kalbar: Tumpang Sari Sawit Penopang Ketahanan Pangan
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Kementan luncurkan KESATRIA, program tumpang sari kelapa sawit dan tanaman pangan demi kejar swasembada beras nasional. Simak potensinya!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Lebih dari sekadar singkatan biasa, KESATRIA mengusung akronim unik yang mudah diingat, yakni Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan.

2

Konsep utamanya adalah memaksimalkan fungsi lahan dengan menyisipkan komoditas pangan berumur pendek—seperti padi gogo, jagung, dan kedelai (PAJALE)—sebelum...

3

Pendekatan tumpang sari ini sebenarnya bukan hal baru, mengingat metode serupa telah lama diterapkan di bawah tegakan pohon jati di Pulau Jawa.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PONTIANAK - Lebih dari sekadar singkatan biasa, KESATRIA mengusung akronim unik yang mudah diingat, yakni Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan. Konsep utamanya adalah memaksimalkan fungsi lahan dengan menyisipkan komoditas pangan berumur pendek—seperti padi gogo, jagung, dan kedelai (PAJALE)—sebelum kanopi tanaman utama seperti sawit atau kelapa saling menutupi. Pendekatan tumpang sari ini sebenarnya bukan hal baru, mengingat metode serupa telah lama diterapkan di bawah tegakan pohon jati di Pulau Jawa.

Diinisiasi oleh Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, KESATRIA lahir sebagai megaproyek untuk mengoptimalkan setengah juta hektare lahan perkebunan di seluruh Indonesia. Mengincar produksi hingga satu juta ton Gabah Kering Panen (GKP), program ini resmi diluncurkan pada awal 2024 dengan titik awal (kick-off) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Fokus implementasinya menyasar perkebunan sawit fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) usia satu hingga tiga tahun, serta area Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) yang wajib diremajakan (replanting) akibat usia tua atau produktivitas anjlok. Dengan potensi lahan TBM nasional yang menembus angka 1,6 juta hektare, program ini menjadi instrumen krusial untuk Perluasan Areal Tanam (PAT) komoditas PAJALE. Efek gandanya sangat jelas: menjaga ketahanan pangan berkelanjutan, menekan pertumbuhan gulma di kebun, dan yang terpenting, menyuntikkan pendapatan tambahan bagi petani PSR selama masa tunggu panen sawit.

Khusus di Provinsi Kalimantan Barat, gebrakan KESATRIA mulai dieksekusi di Kabupaten Kubu Raya pada 2024. Sebagai raksasa sawit terbesar kedua di Indonesia setelah Riau, Kalbar memiliki hamparan perkebunan seluas 2,176 juta hektare. Dari total 706.355 hektare lahan PSR di wilayah ini, tercatat ada 41.450 hektare kebun tua dan rusak yang sangat membutuhkan peremajaan. Angka ini jelas menjadi kanvas raksasa bagi penerapan tumpang sari tanaman pangan.

Secara strategis, inisiatif ini dirancang untuk mempertahankan tren swasembada beras yang ditargetkan pada 2025, yang berujung pada pemangkasan volume impor nasional. KESATRIA juga bertindak sebagai pilar penyokong intensifikasi pertanian, mendongkrak indeks pertanaman (IP), serta mendukung optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat (CSR). Peluang suksesnya sangat tinggi, mengingat peremajaan PSR telah berstatus Program Strategis Nasional (PSN) sejak 2017 dan mendapat kucuran dana segar dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Untuk meraup hasil maksimal di Kalimantan Barat, KESATRIA membutuhkan sokongan ekosistem yang komprehensif. Mulai dari distribusi benih unggul bersertifikat, pupuk, pestisida, hingga alat mesin pertanian (alsintan) yang memadai. Peningkatan kapasitas SDM, akses permodalan, adaptasi teknologi, dan penetrasi pasar juga menjadi syarat mutlak. Di samping itu, sinergi lintas sektor dan pengawalan intensif dari Penyuluh Pertanian (PP) di bawah naungan PERHIPTANI Kalbar sangat krusial. Para pengamat sepakat bahwa manuver ini menciptakan momentum emas bagi program ketahanan jangka panjang, di mana publik diajak untuk terus mengawal progresnya melalui pembaruan informasi eksklusif di BedainNews.B

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp
Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:KESATRIAKelapa SawitTumpang SariKetahanan PanganKementerian PertanianKalbarkalimantan baratpontianak
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

2 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...