PALU - BEDAINNEWS.COM — Polusi Udara di Palu Pemkot Perpanjang masa pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi seluruh pelajar tingkat TK hingga SMP, Jumat (23/10/2026).
Langkah darurat ini diambil Pemerintah Kota Palu menyusul penurunan kualitas udara secara signifikan yang menembus kategori tidak sehat di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Palu menegaskan keputusan perpanjangan ini mengacu pada data parameter polutan udara dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Konsentrasi polutan tercatat sangat tinggi dengan parameter PM1 mencapai 157 mikrogram, PM2.5 sebesar 150 mikrogram, serta PM10 menyentuh angka 159 mikrogram.
Ancaman Kesehatan Anak dan Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka
Angka-angka konsentrasi polutan tersebut secara resmi menempatkan kualitas udara lokal pada ambang batas yang membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Masa perpanjangan pembelajaran daring sekolah ini diberlakukan mulai Kamis, 22 Oktober hingga Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Pemkot Palu bakal memantau perkembangan cuaca serta kualitas udara secara berkala sepanjang akhir pekan pada 24 hingga 25 Oktober 2026.
Kepastian pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada Senin, 26 Oktober 2026, akan diumumkan secara resmi setelah evaluasi lanjutan.
Imbauan Pengawasan Orang Tua dan Penggunaan Masker di Luar
Menyikapi situasi darurat ini, Pemkot Palu mengimbau para orang tua murid untuk lebih ketat mengawasi aktivitas dan kesehatan anak-anak di rumah.
Warga Kota Palu secara umum, terutama penderita gangguan pernapasan, penyakit jantung, dan asma, diimbau selalu menggunakan masker standar saat terpaksa beraktivitas.
Pemerintah daerah berharap langkah pencegahan ini mampu menekan risiko penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah cuaca buruk.
Kesiapsiagaan bersama antara warga dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman penurunan kualitas lingkungan di Sulawesi Tengah.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!