Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Budaya

Viral, Pohon Ratusan Tahun di Indramayu Berbunga Kuning Harum

Kontributor: Nuragus Pasmono, Manado - Sulut |Editor: Redaksi Bedain|
Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 08.01 WIB
|
1 menit baca
Viral, Pohon Ratusan Tahun di Indramayu Berbunga Kuning Harum
Pohon sana ratusan tahun di Indramayu keluarkan guguran bunga kuning beraroma harum usai diguyur hujan perdana, Jumat (30/10/2026). Doc: Nurdiansyah, Bedain News
šŸš€ SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Fenomena unik di Indramayu! Pohon ratusan tahun di Petilasan Buyut Sidum kini berbunga kuning keemasan yang sangat harum. Intip pesonanya!
⚔ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Pohon sana ratusan tahun di Indramayu keluarkan guguran bunga kuning beraroma harum usai diguyur hujan perdana, Jumat (30/10/2026).

2

Fenomena alam yang memikat perhatian warga setempat tersebut terjadi di kawasan bersejarah Petilasan Buyut Sidum, Desa Temiyangsari, Kecamatan Kroya.

3

Pohon peneduh raksasa yang diperkirakan telah berdiri sejak abad silam itu memiliki batang kokoh serta tajuk rimbun yang menaungi areal situs.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

INDRAMAYU - BEDAINNEWS.COM — Pohon sana ratusan tahun di Indramayu keluarkan guguran bunga kuning beraroma harum usai diguyur hujan perdana, Jumat (30/10/2026).

Fenomena alam yang memikat perhatian warga setempat tersebut terjadi di kawasan bersejarah Petilasan Buyut Sidum, Desa Temiyangsari, Kecamatan Kroya.

Pohon peneduh raksasa yang diperkirakan telah berdiri sejak abad silam itu memiliki batang kokoh serta tajuk rimbun yang menaungi areal situs.

Momen pergantian musim kemarau menuju penghujan menghadirkan pemandangan eksotik yang memperkuat suasana khas kearifan lokal di lokasi makam keramat.

Keindahan Bunga Kuning dan Aroma Harum Khas Pesisir

Guguran ribuan kelopak bunga berwarna kuning keemasan yang menutupi permukaan tanah menciptakan hamparan alami nan menawan di sekitar punden.

Perpaduan antara rintik air hujan, pemandangan kelopak bunga gugur, dan wangi semerbak menghadirkan sensasi ketenangan bagi para pengunjung kawasan.

šŸ“² KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Pemandangan unik pada penghujung Oktober tersebut menjadi daya tarik visual alami yang menyegarkan dahaga keindahan alam masyarakat sekitar.

Hadirnya fenomena musiman ini sekaligus mempertegas kekayaan ekologis yang menyatu harmonis dengan jejak peninggalan sejarah kebudayaan lokal.

Warisan Alam dan Keanekaragaman Ekosistem Situs Tradisi

Keberadaan pohon peneduh purba di areal petilasan menjadi simbol ketangguhan vegetasi lokal dalam menjaga keseimbangan mikroklimat lingkungan.

Banyak warga dan peziarah memanfaatkan keindahan fenomena tahunan ini untuk menikmati suasana asri yang jarang ditemui di pemukiman urban.

Keasrian lingkungan di sekitar petilasan terbukti mampu menjaga kelestarian pepohonan langka dari ancaman kepunahan dan kerusakan fisik.

Pesona keindahan alam dan nilai historis yang menyatu menjadi modal penting dalam merawat identitas serta kebudayaan daerah Indramayu. B

Kontributor: Nuragus Pasmono, Manado - Sulut |Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:IndramayuFenomena AlamPohon PurbaPetilasan Buyut Sidum
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...