NGANJUK - BEDAINNEWS.COM – Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memiliki sebuah lokasi yang dikenal masyarakat sebagai Petilasan Mahapatih Gajah Mada dan Nyai Kuning.
Tempat tersebut menjadi bagian dari cerita lokal yang berkembang secara turun-temurun. Perpaduan antara kisah sejarah Kerajaan Majapahit, legenda tokoh masa lampau, dan cerita mistis membuat petilasan ini menarik perhatian sebagian masyarakat.
Dikaitkan dengan Masa Majapahit
Mahapatih Gajah Mada merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Majapahit. Namanya dikenal luas melalui Sumpah Palapa dan cita-cita menyatukan wilayah Nusantara di bawah pengaruh Majapahit.
Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk sekitar 1350–1389 Masehi, Majapahit mencapai salah satu puncak kejayaannya. Gajah Mada menjadi tokoh penting dalam pemerintahan kerajaan tersebut.
Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, keberadaan petilasan di Lambangkuning dikaitkan dengan perjalanan Gajah Mada pada masa Majapahit.
Namun, hubungan langsung antara lokasi tersebut dengan perjalanan Gajah Mada belum didukung bukti sejarah yang dapat dipastikan. Karena itu, kisah tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari tradisi lisan dan cerita lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Dikaitkan dengan Kisah Perang Bubat

Nama Gajah Mada juga lekat dengan Perang Bubat, salah satu peristiwa penting dalam sejarah hubungan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda.
Peristiwa tersebut berkaitan dengan rencana pernikahan Raja Hayam Wuruk dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi. Rencana pernikahan yang diharapkan menjadi ikatan antara kedua kerajaan itu kemudian berakhir dengan tragedi di kawasan Bubat.
Kisah tersebut meninggalkan jejak panjang dalam ingatan sejarah masyarakat Jawa dan Sunda. Meski demikian, belum terdapat bukti yang memastikan petilasan di Lambangkuning merupakan tempat persinggahan Gajah Mada berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Legenda Nyai Kuning
Selain dikaitkan dengan Gajah Mada, lokasi tersebut juga dipercaya sebagian masyarakat memiliki hubungan dengan sosok Nyai Kuning.
Berdasarkan cerita yang berkembang, di area petilasan terdapat bagian yang diyakini berkaitan dengan makam atau tempat peristirahatan Nyai Kuning. Namun, identitas dan riwayat tokoh tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan sumber sejarah yang terverifikasi.
Sejumlah cerita masyarakat juga menyebut adanya pengalaman yang dianggap tidak biasa ketika berada di lokasi tersebut. Salah satunya berupa cerita tentang penampakan sosok perempuan yang mengenakan pakaian serba kuning.
Sosok tersebut kemudian dikaitkan dengan Nyai Kuning. Sebagian masyarakat juga meyakini pengunjung yang datang dengan perasaan tidak tenang dapat mengalami pengalaman yang membuat takut atau merinding.
Kisah-kisah tersebut merupakan cerita lisan dan kepercayaan sebagian masyarakat. Belum ada bukti independen yang dapat memastikan kebenaran cerita mengenai penampakan tersebut.
Ramai Dikunjungi Masyarakat
Menurut keterangan Sandy yang disampaikan kepada awak media, petilasan tersebut cukup ramai dikunjungi masyarakat, baik siang maupun malam hari.
Pengunjung disebut berasal dari sejumlah daerah di sekitar Nganjuk. Pada kesempatan tertentu, terdapat pula pengunjung yang datang dari luar pulau.
Sebagian pengunjung datang untuk mengenal lokasi yang dipercaya memiliki nilai sejarah dan spiritual. Sebagian lainnya tertarik dengan cerita mengenai Gajah Mada dan Nyai Kuning yang berkembang di masyarakat.
Menurut penuturan yang beredar, jumlah pengunjung terkadang meningkat menjelang sejumlah kegiatan, seperti pemilihan kepala desa, pemilihan anggota legislatif, maupun kegiatan lainnya.
Pada malam hari, petilasan tersebut juga disebut masih didatangi masyarakat. Namun, alasan setiap pengunjung datang tentu beragam dan tidak dapat disamaratakan.
Menjaga Cerita Lokal
Keberadaan Petilasan Mahapatih Gajah Mada dan Nyai Kuning menjadi bagian dari kekayaan cerita lokal Desa Lambangkuning.
Sejarah suatu daerah tidak hanya hidup melalui catatan tertulis, tetapi juga melalui cerita rakyat, tradisi lisan, dan ingatan kolektif masyarakat.
Karena itu, keberadaan petilasan tersebut masih menarik untuk ditelusuri lebih lanjut melalui kajian sejarah, penelitian arkeologi, serta keterangan dari tokoh masyarakat dan sesepuh desa yang mengetahui riwayat setempat.
Upaya dokumentasi diperlukan agar cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi tetap terjaga. Pada saat yang sama, penelusuran tersebut dapat membantu membedakan antara fakta sejarah, legenda, dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat.
Petilasan di Desa Lambangkuning ini pun menjadi salah satu bagian dari cerita lokal Kabupaten Nganjuk yang menarik untuk dikenali lebih jauh. B
Kontributor: Suwarno/Nganjuk, Jawa Timur

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!