Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Budaya

Petilasan Gajah Mada dan Nyai Kuning Simpan Legenda Lambangkuning

Kontributor: Suwarno|Editor: Redaksi Bedain|
Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 23.25 WIB
|
1 menit baca
Petilasan Gajah Mada dan Nyai Kuning Simpan Legenda Lambangkuning
Gapura petilasan Gajah Mada. Foto: Suwarno/bedainnews.com
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Mengungkap legenda Petilasan Gajah Mada dan Nyai Kuning di Nganjuk. Benarkah lokasi ini saksi sejarah Majapahit? Simak kisah mistisnya di sini!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memiliki sebuah lokasi yang dikenal masyarakat sebagai Petilasan Mahapatih Gajah Mada...

2

Tempat tersebut menjadi bagian dari cerita lokal yang berkembang secara turun-temurun.

3

Perpaduan antara kisah sejarah Kerajaan Majapahit, legenda tokoh masa lampau, dan cerita mistis membuat petilasan ini menarik perhatian sebagian masyarakat.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

NGANJUK - BEDAINNEWS.COM – Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memiliki sebuah lokasi yang dikenal masyarakat sebagai Petilasan Mahapatih Gajah Mada dan Nyai Kuning.

Tempat tersebut menjadi bagian dari cerita lokal yang berkembang secara turun-temurun. Perpaduan antara kisah sejarah Kerajaan Majapahit, legenda tokoh masa lampau, dan cerita mistis membuat petilasan ini menarik perhatian sebagian masyarakat.

Dikaitkan dengan Masa Majapahit

Mahapatih Gajah Mada merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Majapahit. Namanya dikenal luas melalui Sumpah Palapa dan cita-cita menyatukan wilayah Nusantara di bawah pengaruh Majapahit.

Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk sekitar 1350–1389 Masehi, Majapahit mencapai salah satu puncak kejayaannya. Gajah Mada menjadi tokoh penting dalam pemerintahan kerajaan tersebut.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, keberadaan petilasan di Lambangkuning dikaitkan dengan perjalanan Gajah Mada pada masa Majapahit.

Namun, hubungan langsung antara lokasi tersebut dengan perjalanan Gajah Mada belum didukung bukti sejarah yang dapat dipastikan. Karena itu, kisah tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari tradisi lisan dan cerita lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Dikaitkan dengan Kisah Perang Bubat

Nama Gajah Mada juga lekat dengan Perang Bubat, salah satu peristiwa penting dalam sejarah hubungan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda.

Peristiwa tersebut berkaitan dengan rencana pernikahan Raja Hayam Wuruk dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi. Rencana pernikahan yang diharapkan menjadi ikatan antara kedua kerajaan itu kemudian berakhir dengan tragedi di kawasan Bubat.

Kisah tersebut meninggalkan jejak panjang dalam ingatan sejarah masyarakat Jawa dan Sunda. Meski demikian, belum terdapat bukti yang memastikan petilasan di Lambangkuning merupakan tempat persinggahan Gajah Mada berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Legenda Nyai Kuning

Selain dikaitkan dengan Gajah Mada, lokasi tersebut juga dipercaya sebagian masyarakat memiliki hubungan dengan sosok Nyai Kuning.

Berdasarkan cerita yang berkembang, di area petilasan terdapat bagian yang diyakini berkaitan dengan makam atau tempat peristirahatan Nyai Kuning. Namun, identitas dan riwayat tokoh tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan sumber sejarah yang terverifikasi.

Sejumlah cerita masyarakat juga menyebut adanya pengalaman yang dianggap tidak biasa ketika berada di lokasi tersebut. Salah satunya berupa cerita tentang penampakan sosok perempuan yang mengenakan pakaian serba kuning.

Sosok tersebut kemudian dikaitkan dengan Nyai Kuning. Sebagian masyarakat juga meyakini pengunjung yang datang dengan perasaan tidak tenang dapat mengalami pengalaman yang membuat takut atau merinding.

Kisah-kisah tersebut merupakan cerita lisan dan kepercayaan sebagian masyarakat. Belum ada bukti independen yang dapat memastikan kebenaran cerita mengenai penampakan tersebut.

Ramai Dikunjungi Masyarakat

Menurut keterangan Sandy yang disampaikan kepada awak media, petilasan tersebut cukup ramai dikunjungi masyarakat, baik siang maupun malam hari.

Pengunjung disebut berasal dari sejumlah daerah di sekitar Nganjuk. Pada kesempatan tertentu, terdapat pula pengunjung yang datang dari luar pulau.

Sebagian pengunjung datang untuk mengenal lokasi yang dipercaya memiliki nilai sejarah dan spiritual. Sebagian lainnya tertarik dengan cerita mengenai Gajah Mada dan Nyai Kuning yang berkembang di masyarakat.

Menurut penuturan yang beredar, jumlah pengunjung terkadang meningkat menjelang sejumlah kegiatan, seperti pemilihan kepala desa, pemilihan anggota legislatif, maupun kegiatan lainnya.

Pada malam hari, petilasan tersebut juga disebut masih didatangi masyarakat. Namun, alasan setiap pengunjung datang tentu beragam dan tidak dapat disamaratakan.

Menjaga Cerita Lokal

Keberadaan Petilasan Mahapatih Gajah Mada dan Nyai Kuning menjadi bagian dari kekayaan cerita lokal Desa Lambangkuning.

Sejarah suatu daerah tidak hanya hidup melalui catatan tertulis, tetapi juga melalui cerita rakyat, tradisi lisan, dan ingatan kolektif masyarakat.

Karena itu, keberadaan petilasan tersebut masih menarik untuk ditelusuri lebih lanjut melalui kajian sejarah, penelitian arkeologi, serta keterangan dari tokoh masyarakat dan sesepuh desa yang mengetahui riwayat setempat.

Upaya dokumentasi diperlukan agar cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi tetap terjaga. Pada saat yang sama, penelusuran tersebut dapat membantu membedakan antara fakta sejarah, legenda, dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat.

Petilasan di Desa Lambangkuning ini pun menjadi salah satu bagian dari cerita lokal Kabupaten Nganjuk yang menarik untuk dikenali lebih jauh. B

Kontributor: Suwarno/Nganjuk, Jawa Timur

Kontributor: Suwarno|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Petilasan Gajah MadaNyai KuningNganjukSejarah MajapahitLegenda Lambangkuning
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

4 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...