SANGIHE - BEDAINNEWS.COM — Para petani di Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, harus memutar otak menghadapi hantaman kemarau panjang di tengah melonjaknya harga sarana produksi pertanian. Meski diuji berbagai kendala, semangat mereka mengelola ribuan tanaman cabai, jagung manis, hingga semangka tidak surut.
Untuk menyiasati musim kemarau, petani mengatur ulang jadwal pemupukan dan menggunakan pupuk Powersoil guna menjaga kelembapan tanah serta menghemat penggunaan air.
Harapkan Subsidi dan Pompa Air
Di tengah keterbatasan tersebut, para petani mengelola skala penanaman yang cukup besar. Namun, membengkaknya biaya perawatan membuat mereka harus bekerja jauh lebih ekstra.
Merespons kondisi ini, para petani sangat mengharapkan intervensi nyata dari pemerintah daerah. Mereka meminta kemudahan akses rekomendasi pupuk bersubsidi serta dukungan fasilitas penunjang pengairan seperti pompa air Sanyo dan selang.
"Kami berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan sektor pertanian, terutama dengan mendorong kestabilan harga pupuk dan obat-obatan serta rekomendasi mendapatkan pembelian pupuk bersubsidi," harap para petani di lokasi lahan pertanian.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Dukungan fasilitas dan kestabilan harga dinilai menjadi kunci utama agar usaha pertanian rakyat di Sangihe tetap dapat bertahan di tengah cuaca ekstrem.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!