PANGALENGAN - JABAR - BEDAINNEWS.COM — Para petani cabai rawit merah di Kebon Sampalan, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengeluhkan anjloknya hasil panen akibat kemarau panjang, Rabu (23/9/2026). Menyusutnya pasokan secara drastis tersebut langsung memicu lonjakan harga cabai rawit di tingkat ladang hingga pasar tradisional.
Mekanisme Pasar dan Lonjakan Harga Kebun
Minimnya pasokan air di wilayah Pangalengan membuat produktivitas tanaman cabai menurun tajam. Terbatasnya stok yang tidak sebanding dengan tingginya permintaan pasar memicu tingginya harga jual.
Saat ini, para pengepul mematok harga beli sebesar Rp50.000 per kilogram langsung di lokasi perkebunan. Harga tersebut diprediksi bakal meroket lebih tinggi begitu masuk ke rantai distribusi pasar retail.
Ancaman Pendapatan dan Harapan Solusi Air
Kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi keberlanjutan usaha para petani di Desa Margamekar. Selain mengancam tingkat pendapatan petani lokal, fenomena ini turut memicu kenaikan harga komoditas pangan pokok bagi masyarakat luas.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Menghadapi krisis air berkepanjangan, para petani berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi konkret terkait jaringan irigasi guna menjaga ketahanan pangan di wilayah Pangalengan.#
Kontributor: Amran (Pangalengan - Jabar)

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!