Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Petani Pangalengan Keluhkan Anjloknya Hasil Panen Cabai Rawit

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain|
Rabu, 23 September 2026 pukul 03.42 WIB
|
1 menit baca
Petani Pangalengan Keluhkan Anjloknya Hasil Panen Cabai Rawit
Petani sedang memanen cabai rawit merah di Kebun Sampalan, Desa Margamekar Kec Pangalengan Kab Bandung. Rabu (23/09/2026)
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Dampak kemarau panjang di Pangalengan sebabkan hasil panen cabai rawit merah anjlok. Harga di tingkat petani meroket Rp50 ribu per kg.
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Para petani cabai rawit merah di Kebon Sampalan, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengeluhkan anjloknya hasil panen akibat kemarau...

2

Menyusutnya pasokan secara drastis tersebut langsung memicu lonjakan harga cabai rawit di tingkat ladang hingga pasar tradisional.

3

Mekanisme Pasar dan Lonjakan Harga Kebun.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PANGALENGAN - JABAR - BEDAINNEWS.COM — Para petani cabai rawit merah di Kebon Sampalan, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengeluhkan anjloknya hasil panen akibat kemarau panjang, Rabu (23/9/2026). Menyusutnya pasokan secara drastis tersebut langsung memicu lonjakan harga cabai rawit di tingkat ladang hingga pasar tradisional.

Mekanisme Pasar dan Lonjakan Harga Kebun

Minimnya pasokan air di wilayah Pangalengan membuat produktivitas tanaman cabai menurun tajam. Terbatasnya stok yang tidak sebanding dengan tingginya permintaan pasar memicu tingginya harga jual.

Saat ini, para pengepul mematok harga beli sebesar Rp50.000 per kilogram langsung di lokasi perkebunan. Harga tersebut diprediksi bakal meroket lebih tinggi begitu masuk ke rantai distribusi pasar retail.

Ancaman Pendapatan dan Harapan Solusi Air

Kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi keberlanjutan usaha para petani di Desa Margamekar. Selain mengancam tingkat pendapatan petani lokal, fenomena ini turut memicu kenaikan harga komoditas pangan pokok bagi masyarakat luas.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Menghadapi krisis air berkepanjangan, para petani berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi konkret terkait jaringan irigasi guna menjaga ketahanan pangan di wilayah Pangalengan.#

Kontributor: Amran (Pangalengan - Jabar)

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:petani Pangalengancabai rawit merahharga cabaikemarau PangalenganDesa Margamekarpertanian Bandungberita BandungbedainPangalengan - jabar
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...