Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Sorotan

Pantang Menyerah, Petani Cabai Palu Lawan Kemarau Ekstrem

Kontributor: Muhammad Agus (Palu – Sulteng)|Editor: Redaksi Bedain|
Minggu, 1 November 2026 pukul 00.31 WIB
|
1 menit baca
Pantang Menyerah, Petani Cabai Palu Lawan Kemarau Ekstrem
Petani cabai di Palu tetap bertahan di tengah gempuran musim kemarau ekstrem dengan mengandalkan pengaturan air seadanya, Sabtu (31/10/2026). Doc: Muhammad Agus, Bedain News
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Di tengah krisis air Palu, petani cabai Kawatuna berjuang selamatkan panen dari kemarau ekstrem. Bagaimana cara mereka bertahan?
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Petani cabai di Palu tetap bertahan di tengah gempuran musim kemarau ekstrem dengan mengandalkan pengaturan air seadanya, Sabtu (31/10/2026).

2

Meskipun sebagian besar wilayah pertanian mengalami gagal panen akibat kekeringan parah, semangat para penggarap lahan tidak luntur begitu saja.

3

Sejumlah petani di beberapa titik perkebunan, termasuk wilayah Kelurahan Kawatuna, berupaya keras merawat tanaman mereka di tengah keterbatasan pasokan.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PALU - BEDAINNEWS.COM — Petani cabai di Palu tetap bertahan di tengah gempuran musim kemarau ekstrem dengan mengandalkan pengaturan air seadanya, Sabtu (31/10/2026).

Meskipun sebagian besar wilayah pertanian mengalami gagal panen akibat kekeringan parah, semangat para penggarap lahan tidak luntur begitu saja.

Sejumlah petani di beberapa titik perkebunan, termasuk wilayah Kelurahan Kawatuna, berupaya keras merawat tanaman mereka di tengah keterbatasan pasokan.

Krisis air bersih yang melanda ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ini memaksa para petani bekerja ekstra demi menyelamatkan sisa tanaman cabai rawit.

Strategi Pengaturan Air Terbatas di Lahan Pertanian Kawatuna

Para petani di kawasan Kecamatan Mantikulore ini harus memutar otak agar tanaman rica mereka tidak mengalami kekeringan total dan mati.

Pengaturan pasokan air yang sangat terbatas dimaksimalkan sebaik mungkin guna menjaga kelembapan tanah di sekitar perakaran tanaman.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Meskipun hasil panen tidak menjanjikan kepastian volume normal, tekad kuat untuk terus bercocok tanam tetap dipegang teguh oleh warga.

"Jika berharap menunggu musim kering beralih mungkin masih lama, sedangkan kami para petani harus menanam," ungkap salah seorang petani lokal.

Harapan dan Ketabahan Petani Menghadapi Ujian Musim Kering

Para petani menyadari bahwa menggantungkan harapan pada perubahan cuaca bukanlah solusi instan bagi kelangsungan dapur keluarga mereka.

Oleh karena itu, langkah konkret terus dilakukan dengan memaksimalkan sisa potensi alam yang ada sambil tetap memanjatkan doa terbaik.

"Jadi, dimaksimalkan saja tergantung hasil panen nanti. Kami tetap berusaha dan berdoa semoga hasil panennya seperti yang diharapkan," tambahnya penuh optimisme.

Ketegaran para pejuang pangan di Kota Palu ini menjadi teladan nyata tentang ketangguhan mental masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim global. B

Kontributor: Muhammad Agus (Palu – Sulteng)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Petani Cabai PaluKemarau EkstremKrisis Air PaluPertanian Sulawesi Tengah
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...