INDRAMAYU - BEDAINNEWS.COM — Budidaya cabai merah menjadi peluang usaha pertanian yang sangat menjanjikan bagi para petani di Kabupaten Indramayu.
Keberhasilan ini dirasakan langsung oleh Tarya, seorang petani asal Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kroya, yang fokus membudidayakan cabai merah varietas lokal dan varietas segitiga.
Pada Selasa (13/10/2026), Tarya mengungkapkan bahwa harga cabai merah di tingkat petani lokal saat ini telah menembus angka Rp27.000 per kilogram.
Hasil panen cabai dari lahan miliknya dipasarkan secara langsung kepada para pengepul yang mendatangi kawasan pertanian setempat, sehingga memotong rantai distribusi yang panjang.

Ibu- ibu petani cabe tersenyum ceria karena hasil melimpah. dok : M Nurdiansyah/ Indramayu
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Hasil Melimpah, Menyerap Tenaga Kerja Lokal
Dari lahan pertanian seluas satu hektare, Tarya mampu memanen sekitar 15 karung waring dengan kapasitas isi mencapai 70 kilogram cabai per karungnya. Melalui estimasi hasil tersebut, pendapatan kotor Tarya dalam satu kali masa panen mampu mencapai kisaran Rp28 juta sebelum dipotong biaya operasional produksi.
Guna memperlancar proses pemetikan cabai, Tarya memberdayakan sekitar 15 hingga 16 orang warga sekitar sebagai tenaga kerja harian, yang memberikan dampak positif pada lapangan kerja lokal.
"Keberlanjutan usaha pertanian cabai ini sangat bergantung pada stabilitas harga jual serta efisiensi biaya operasional produksi," ujar Tarya.
Geliat panen cabai merah ini terbukti memperkuat ekonomi keluarga petani sekaligus membangkitkan penyerapan tenaga kerja di Desa Tanjungkerta.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!