Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Sorotan

Pertalite Dibatasi, Pengecer Jeriken Malah Leluasa di Koba

Kontributor: Herwandi (Bangka Tengah - Babel)|Editor: Redaksi Bedain|
Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 07.13 WIB
|
1 menit baca
Pertalite Dibatasi, Pengecer Jeriken Malah Leluasa di Koba
Pembelian Pertalite di SPBU Berok Koba dibatasi 5 liter untuk motor, sementara pengerit jeriken marak di jalanan, Rabu (21/10/26).dok: Herwandi/ Bangka Tengah
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Warga Koba Bangka Tengah protes aturan ketat Pertalite SPBU Berok sementara pengecer jeriken bebas beraksi. Begini sorotan publik selengkapnya.
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Kelurahan Berok, Koba, Bangka Tengah, memicu sorotan publik.

2

Masyarakat mengeluhkan kebijakan pembatasan pembelian Pertalite untuk motor maksimal 5 liter serta mobil pribadi paling banyak 30 liter per hari.

3

Namun, di saat bersamaan, warga menemukan para pengecer melenggang bebas mengangkut Pertalite menggunakan jeriken di sepanjang jalan kawasan Koba.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

BANGKA TENGAH - BEDAINNEWS.COM — Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Kelurahan Berok, Koba, Bangka Tengah, memicu sorotan publik.

Masyarakat mengeluhkan kebijakan pembatasan pembelian Pertalite untuk motor maksimal 5 liter serta mobil pribadi paling banyak 30 liter per hari.

Namun, di saat bersamaan, warga menemukan para pengecer melenggang bebas mengangkut Pertalite menggunakan jeriken di sepanjang jalan kawasan Koba.

Kondisi kontras tersebut memicu pertanyaan warga mengenai asal pasokan BBM jeriken serta mekanisme pengawasan izin distribusi resmi di lapangan.

"Kami dibatasi hanya lima liter, tetapi pengecer dengan jeriken justru leluasa membawa Pertalite," ujar warga Koba, Rabu (21/10/2026).

Transparansi Pengelolaan SPBU dan Klarifikasi Pertamina

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Masyarakat mendesak pihak pengelola SPBU Berok bersama Pertamina memberikan klarifikasi terbuka mengenai aturan kuota serta legalitas pembelian jeriken.

Pengawasan penyaluran BBM bersubsidi harus berjalan ketat agar kuota energi tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat kecil harian.

Keberadaan pengerit BBM jeriken perlu mendapat penelusuran mendalam dari aparat berwenang guna memastikan ada tidaknya praktik penyelewengan distribusi.

Bedainnews.com terus berupaya mengonfirmasi pihak Pertamina dan instansi terkait demi memberikan ruang klarifikasi yang berimbang bagi semua pihak.

Warga berharap penyaluran BBM di Kabupaten Bangka Tengah berjalan secara transparan, adil, serta mengutamakan kebutuhan konsumen kendaran harian.B

Kontributor: Herwandi (Bangka Tengah - Babel)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Pertalite SPBU BerokBBM Subsidi KobaPengecer Jeriken PertalitePertamina Bangka Tengah
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...