Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Perjuangan Tukang Ojek Sangihe di Tengah Krisis Ekonomi

Kontributor: Iskandar Bariyah (Sangihe - Sulut)|Editor: Redaksi Bedain|
Minggu, 18 Oktober 2026 pukul 02.38 WIB
|
1 menit baca
Perjuangan Tukang Ojek Sangihe di Tengah Krisis Ekonomi
Pangkalan Ojek Petta Raya, kawasan Pasar Lama Petta, kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sabtu (17/10/2026) pukul 22.00 WITA. Doc: Iskandar Bariyah, Bedain News
šŸš€ SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Di balik deru mesin, ada kisah pilu tukang ojek Sangihe yang berjuang di tengah lesunya harga kopra dan ekonomi. Simak kisah lengkapnya di sini.
⚔ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Di balik deru mesin sepeda motor dan hilir mudik warga di kawasan Pasar Lama Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, tersimpan kisah...

2

Para tukang ojek yang tergabung di Pangkalan Ojek Petta Raya harus berjuang lebih keras melintasi medan ekonomi yang kian menantang.

3

Penghasilan harian yang semakin tidak menentu kini menjadi realitas pahit yang harus mereka hadapi saban hari.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

SANGIHE - BEDAINNEWS.COM — Di balik deru mesin sepeda motor dan hilir mudik warga di kawasan Pasar Lama Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, tersimpan kisah keteguhan para pejuang nafkah keluarga.

Para tukang ojek yang tergabung di Pangkalan Ojek Petta Raya harus berjuang lebih keras melintasi medan ekonomi yang kian menantang. Penghasilan harian yang semakin tidak menentu kini menjadi realitas pahit yang harus mereka hadapi saban hari.

Ketua Pangkalan Ojek Petta Raya, Gobel (55), warga Kampung Naha, mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 50 anggota aktif yang menggantungkan hidup keluarga sepenuhnya dari profesi mengayuh roda dua tersebut.

"Kalau keadaan sepi, pendapatan sehari hanya Rp30.000, bahkan pernah tidak ada sama sekali. Kalau ramai atau ada langganan, bisa sampai Rp150.000 dari pagi sampai malam," tutur Gobel saat ditemui di pangkalan, Sabtu (17/10/2026) pukul 22.00 WITA.

Dampak Anjloknya Harga Kopra dan Rincian Tarif

Penurunan pendapatan ojek terasa kian berat karena berantai dengan lesunya perekonomian warga lokal, khususnya penurunan harga komoditas utama daerah yaitu kopra.

Gobel menyebutkan, harga kopra di tingkat petani yang sebelumnya mencapai Rp1.335.000 per 100 kilogram kini merosot ke angka Rp1.250.000. Anjloknya harga hasil bumi ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, yang akhirnya memangkas frekuensi warga menggunakan jasa transportasi ojek.

šŸ“² KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Padahal, dari pendapatan harian tersebut, para tukang ojek harus menyokong kebutuhan rumah tangga hingga membiayai kuliah anak-anak mereka di perguruan tinggi.

Untuk tarif jasa, Pangkalan Petta Raya memberlakukan tarif berdasar jarak perjalanan:

  • Lokal Tabukan Utara (Kampung Bowongkulu, Tola, Naha): Rp15.000.
  • Petta menuju Pusat Kota Tahuna: Rp35.000 (sekali jalan).
  • Petta menuju Pelabuhan Tahuna: Rp50.000 (sekali jalan).
  • Layanan Pulang-Pergi (Urus Tiket/Keperluan): Rp100.000.

Kehangatan Solidaritas di Tengah Keterbatasan

Meski berhadapan dengan keterbatasan finansial, kebersamaan di Pangkalan Ojek Petta Raya tidak pernah luntur. Jiwa korsa dan kepedulian sosial justru menjadi benteng utama mereka dalam merawat rasa persaudaraan.

Para anggota secara konsisten menggalang arisan serta aksi sosial. Jika ada anggota yang sakit atau tertimpa duka keluarga meninggal dunia, bantuan tunai segera disalurkan dari patungan sukarela dan dana kas pangkalan.

Kebersamaan ini juga nyata saat anggota menggelar hajatan keluarga seperti doa bersama atau pesta pernikahan, di mana rekan-rekan pangkalan bergotong royong menyumbangkan bantuan logistik berupa minuman kemasan.

Bagi 50 penarik ojek di Petta Raya, setiap penumpang yang naik ke jok belakang sepeda motor mereka bukan sekadar transaksi rupiah, melainkan secercah harapan untuk membawa pulang beras dan biaya sekolah anak di rumah.B

Kontributor: Iskandar Bariyah (Sangihe - Sulut)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Tukang Ojek SangihePetta RayaHarga KopraEkonomi Sangihe
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...