SANGIHE - BEDAINNEWS.COM — Perdagangan komoditas kenari dari Kabupaten Kepulauan Sangihe menuju Kota Manado, Sulawesi Utara, terus bergerak aktif. Di tengah keterbatasan pasokan panen lokal, para pedagang pengumpul harus memutar otak demi menjaga kelancaran pengiriman antar-pulau, Senin (12/10/2026) pagi.
Dinamika tersebut dirasakan langsung oleh Hendri, pelaku usaha di Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, yang rutin memasok kenari kering ke Manado.
Pasokan Lintas Kampung Dan Pengeringan
Untuk memenuhi kuota pengiriman, Hendri mengumpulkan kenari mentah dari berbagai wilayah penyangga di Tabukan Utara dan Tabukan Tengah, seperti Kampung Mala, Kalasuge, Kalekube, Bahu, hingga Sengsong. Komoditas mentah tersebut harus dijemur, dikeringkan, dan dipilah secara teliti agar bersih serta layak jual.
Langkah ini dilakukan karena kapasitas serapan pasar di Sangihe terbatas dan baru melonjak jelang hari besar keagamaan.
Tantangan Tipisnya Selisih Harga
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Dalam sebulan, pengiriman kenari kering ke Manado dilakukan hingga empat kali. Kendati demikian, tantangan utama terletak pada ketatnya selisih harga jual.
“Kenari kering saat ini kami beli Rp92.000 per kilogram, sedangkan harga pengambilan dari Manado Rp98.000 per kilogram. Jadi selisihnya hanya Rp6.000 per kilogram,” jelas Hendri.
Selisih marjin Rp6.000 per kilogram tersebut harus menutup seluruh biaya operasional pengolahan dan penyusutan. Kendati tipis, rantai perdagangan ini tetap dirawat demi menjaga kepercayaan pasar serta menjamin pasokan bahan baku lokal.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!