Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Perjuangan Pengepul Kenari Sangihe Bertahan di Tipisnya Marjin

Kontributor: Iskandar Bariyah (Sangihe – Sulut)|Editor: Redaksi Bedain|
Senin, 12 Oktober 2026 pukul 01.53 WIB
|
1 menit baca
Perjuangan Pengepul Kenari Sangihe Bertahan di Tipisnya Marjin
Hendri warga kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kep Sangihe, pembeli dan pemasok Kenari Kering, Senin (12/10/2026). Foto: Iskandar Bariyah, Sangihe-Sulut
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Kisah pengepul kenari di Sangihe hadapi tantangan selisih harga tipis demi pasok komoditas kering ke Manado. Simak perjuangannya!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Perdagangan komoditas kenari dari Kabupaten Kepulauan Sangihe menuju Kota Manado, Sulawesi Utara, terus bergerak aktif.

2

Di tengah keterbatasan pasokan panen lokal, para pedagang pengumpul harus memutar otak demi menjaga kelancaran pengiriman antar-pulau, Senin (12/10/2026) pagi.

3

Dinamika tersebut dirasakan langsung oleh Hendri, pelaku usaha di Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, yang rutin memasok kenari kering ke Manado.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

SANGIHE - BEDAINNEWS.COM — Perdagangan komoditas kenari dari Kabupaten Kepulauan Sangihe menuju Kota Manado, Sulawesi Utara, terus bergerak aktif. Di tengah keterbatasan pasokan panen lokal, para pedagang pengumpul harus memutar otak demi menjaga kelancaran pengiriman antar-pulau, Senin (12/10/2026) pagi.

Dinamika tersebut dirasakan langsung oleh Hendri, pelaku usaha di Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, yang rutin memasok kenari kering ke Manado.

Pasokan Lintas Kampung Dan Pengeringan

Untuk memenuhi kuota pengiriman, Hendri mengumpulkan kenari mentah dari berbagai wilayah penyangga di Tabukan Utara dan Tabukan Tengah, seperti Kampung Mala, Kalasuge, Kalekube, Bahu, hingga Sengsong. Komoditas mentah tersebut harus dijemur, dikeringkan, dan dipilah secara teliti agar bersih serta layak jual.

Langkah ini dilakukan karena kapasitas serapan pasar di Sangihe terbatas dan baru melonjak jelang hari besar keagamaan.

Tantangan Tipisnya Selisih Harga

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Dalam sebulan, pengiriman kenari kering ke Manado dilakukan hingga empat kali. Kendati demikian, tantangan utama terletak pada ketatnya selisih harga jual.

“Kenari kering saat ini kami beli Rp92.000 per kilogram, sedangkan harga pengambilan dari Manado Rp98.000 per kilogram. Jadi selisihnya hanya Rp6.000 per kilogram,” jelas Hendri.

Selisih marjin Rp6.000 per kilogram tersebut harus menutup seluruh biaya operasional pengolahan dan penyusutan. Kendati tipis, rantai perdagangan ini tetap dirawat demi menjaga kepercayaan pasar serta menjamin pasokan bahan baku lokal.B

Kontributor: Iskandar Bariyah (Sangihe – Sulut)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Pengepul Kenari SangiheKomoditas Kenari ManadoPerdagangan Antar PulauHarga Kenari KeringBisnis Kenari Sulawesi Utara
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...