Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Penebang Pohon di Palu Ini Pertaruhkan Nyawa Demi Keluarga

Kontributor: Muhammad Agus (Palu – Sulteng)|Editor: Redaksi Bedain|
Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 02.05 WIB
|
1 menit baca
Penebang Pohon di Palu Ini Pertaruhkan Nyawa Demi Keluarga
Irham sang penebang kayu di Palu, Sulteng, Selasa (13/10/2026). Foto: Muhammad Agus, Palu-Sulteng
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Bertaruh nyawa di ketinggian dan kabel listrik, Irham berjuang jadi penebang pohon ekstrem di Palu demi anak istri. Simak kisah harunya!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Di balik kerapian sudut kota dan rindangnya pepohonan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, tersimpan kisah perjuangan penuh risiko dari para pekerja informal.

2

Salah seorang warga, Irham (45), telah menggantungkan hidupnya selama 15 tahun sebagai penyedia jasa penebang pohon ekstrem demi menyambung hidup keluarga...

3

Bagi Irham, setiap jam kerja di atas ketinggian dahan adalah pertaruhan antara keselamatan jiwa dan tanggung jawab menafkahi istri serta kedua anaknya.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PALU - BEDAINNEWS.COM — Di balik kerapian sudut kota dan rindangnya pepohonan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, tersimpan kisah perjuangan penuh risiko dari para pekerja informal. Salah seorang warga, Irham (45), telah menggantungkan hidupnya selama 15 tahun sebagai penyedia jasa penebang pohon ekstrem demi menyambung hidup keluarga, Selasa (13/10/2026).

Bagi Irham, setiap jam kerja di atas ketinggian dahan adalah pertaruhan antara keselamatan jiwa dan tanggung jawab menafkahi istri serta kedua anaknya.

Ancaman Keselamatan Fisik Dan Jaringan Listrik

Profesi jasa penebangan pohon menuntut keahlian serta tingkat kewaspadaan tinggi. Selain ancaman terjatuh dari ketinggian dan sabetan mesin gergaji (chainsaw), potensi kesalahan memperkirakan arah rebah pohon dapat merusak kendaraan, pagar, hingga rumah warga sekitar.

Tak hanya itu, pengerjaan dahan yang dekat dengan jaringan kabel PLN menyimpan bahaya sengatan listrik serta risiko tuntutan ganti rugi apabila timbul kerusakan fasilitas umum.

Upah Rata-Rata Dan Keterbatasan Peralatan Kerja

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Di tengah himpitan risiko maut tersebut, Irham rata-rata menerima tiga kali pesanan penebangan dalam sepekan. Honor yang ia terima berkisar antara Rp200.000 hingga Rp300.000 per pohon, tergantung tingkat kesulitan dan ukuran batang.

"Walaupun risikonya sangat besar dengan taruhan nyawa, pekerjaan ini tetap harus saya kerjakan demi menafkahi istri dan kedua anak saya," ungkap Irham.

Untuk menutupi kebutuhan dapur, Irham kerap mengolah sisa kayu menjadi arang untuk dijual ke pasar tradisional. Hingga kini, ia masih meminjam mesin gergaji milik kerabat sembari terus mengumpulkan modal agar bisa memiliki peralatan kerja mandiri di masa depan.B

Kontributor: Muhammad Agus (Palu – Sulteng)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Jasa Penebang Pohon PaluPekerja InformalKisah Inspiratif PaluRisiko Kerja Ekstrem
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...