BUKITTINGGI - BEDAINNEWS.COM ā Perantau Aceh di Bukittinggi jaja sajian Kopi Atjeh Bangtir berbekal termos gendong ala Turki di pusat keramaian kota, Minggu (25/10/2026).
Sosok penjaja kopi unik tersebut adalah Tirta Zein, warga perantau asal Aceh yang mengadu nasib menjajakan racikan biji kopi otentik kampung halamannya.
Berbeda dari pedagang kuliner pada umumnya yang menggunakan gerobak atau lapak permanen, Tirta menggendong termos berkapasitas 50 cup langsung di punggungnya.
Kopi racikan gula aren murni itu diseduh langsung per cup begitu pesanan datang demi menjaga kehangatan serta aroma khas Kopi Aceh agar tetap prima.
Inspirasi Kopi Turki dan Rute Jualan Kawasan Jam Gadang
Ide menjajakan kopi keliling dengan termos gendong ini diperoleh Tirta usai terinspirasi tayangan media sosial yang menampilkan tradisi penjual kopi jalanan negeri Turki.
Meski pada hari pertama jualan hanya laku 10 cup, konsistensi Tirta membuahkan hasil hingga kini berhasil merangkul deretan pelanggan setia di Kota Jam Gadang.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Pada Sabtu dan Minggu pagi, Tirta mangkal di Lapangan Wirabraja, sementara hari biasa ia mengitari kawasan Pasar Bawah serta area ikonik Jam Gadang saat sore.
"Bahan baku biji kopi kami kirim langsung dari Aceh agar pelanggan Bukittinggi menikmati cita rasa murni otentik," ujar Tirta, Minggu (25/10/2026).
Kedisiplinan Operasional dan Prinsip Berbagi Kopi Sisa Gratis
Dalam sehari Tirta berjualan sebanyak dua hingga tiga kali, yakni sesi pagi pukul 07.00ā11.00 WIB, sore pukul 15.30ā19.00 WIB, serta sesi malam hingga pukul 22.30 WIB.
Tirta memegang teguh prinsip kedisiplinan berdagang: apabila sisa kopi tidak habis terjual, ia tidak akan menyimpannya untuk dijual kembali esok hari.
Sisa racikan kopi tersebut ia bagikan secara gratis kepada masyarakat atau pejalan kaki yang ia temui sepanjang jalan menuju pulang ke kediamannya.
Inovasi termos gendong dan keluhuran niat Tirta memberi warna baru bagi geliat ekonomi kreatif pariwisata di pusat Kota Bukittinggi.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!