SURABAYA - BEDAINNEWS.COM — Pemilik Bubur di Surabaya jaga kualitas rasa manis khas ketan hitam demi mempertahankan loyalitas pelanggan harian, Sabtu (31/10/2026).
Langkah konsistensi tersebut diusung oleh Leafa Nanda (35), pengelola lapak Bubur Kacang Ijo Ketan Ireng Dua Putri di Jalan Tidar.
Di tengah lonjakan harga berbagai bahan baku pokok di pasaran, pelaku usaha mikro ini memilih tidak menaikkan harga jual secara mendadak.
Keputusan menahan harga di angka Rp8 ribu per porsi terbukti ampuh menjaga kestabilan omzet dan arus kunjungan pembeli setiap hari.
Strategi Bertahan Menghadapi Kenaikan Harga Bahan Baku
Kenaikan biaya produksi menjadi tantangan terberat bagi para pedagang skala kecil dalam mempertahankan keberlangsungan operasional harian.
Namun, efisiensi porsi dan kejujuran dalam pemilihan bahan berkualitas menjadi kunci utama untuk menyiasati margin keuntungan yang tipis.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Menjaga cita rasa lezat yang konstan dinilai jauh lebih penting daripada mengambil keuntungan besar secara singkat yang berisiko mengecewakan pembeli.
Pendekatan empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat menjadi fondasi utama dalam merawat hubungan jangka panjang dengan para konsumen.
Filosofi Kejujuran Berdagang dan Resiliensi Usaha Mikro
Selain faktor harga dan rasa, prinsip kejujuran dalam melayani pelanggan diakui sebagai nilai tawar utama yang membedakan lapaknya dari pesaing.
Kepercayaan pembeli yang terbangun selama bertahun-tahun menjadikan lapak sederhana ini selalu dipadati warga yang hendak berburu sarapan pagi.
Keteguhan sikap pedagang kecil di kawasan metropolitan ini menjadi bukti nyata ketahanan sektor UMKM dalam menghadapi dinamika krisis ekonomi.
Inovasi pelayanan yang dibarengi ketulusan berdagang diyakini mampu menjaga keberlanjutan bisnis rakyat di tengah himpitan daya beli. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!