Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Bahan Naik, Penjual Bubur di Surabaya Tolak Naikkan Harga

Kontributor: Tutuk (Surabaya – Jawa Timur)|Editor: Redaksi Bedain|
Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 03.01 WIB
|
1 menit baca
Bahan Naik, Penjual Bubur di Surabaya Tolak Naikkan Harga
Pemilik Bubur di Surabaya jaga kualitas rasa manis khas ketan hitam demi mempertahankan loyalitas pelanggan harian, Sabtu (31/10/2026). Doc: Tutuk, Bedain News
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Harga bahan pokok melonjak, tapi lapak bubur legendaris di Surabaya ini ogah naikkan harga. Simak strategi cerdasnya jaga kualitas dan pembeli!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Pemilik Bubur di Surabaya jaga kualitas rasa manis khas ketan hitam demi mempertahankan loyalitas pelanggan harian, Sabtu (31/10/2026).

2

Langkah konsistensi tersebut diusung oleh Leafa Nanda (35), pengelola lapak Bubur Kacang Ijo Ketan Ireng Dua Putri di Jalan Tidar.

3

Di tengah lonjakan harga berbagai bahan baku pokok di pasaran, pelaku usaha mikro ini memilih tidak menaikkan harga jual secara mendadak.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

SURABAYA - BEDAINNEWS.COM — Pemilik Bubur di Surabaya jaga kualitas rasa manis khas ketan hitam demi mempertahankan loyalitas pelanggan harian, Sabtu (31/10/2026).

Langkah konsistensi tersebut diusung oleh Leafa Nanda (35), pengelola lapak Bubur Kacang Ijo Ketan Ireng Dua Putri di Jalan Tidar.

Di tengah lonjakan harga berbagai bahan baku pokok di pasaran, pelaku usaha mikro ini memilih tidak menaikkan harga jual secara mendadak.

Keputusan menahan harga di angka Rp8 ribu per porsi terbukti ampuh menjaga kestabilan omzet dan arus kunjungan pembeli setiap hari.

Strategi Bertahan Menghadapi Kenaikan Harga Bahan Baku

Kenaikan biaya produksi menjadi tantangan terberat bagi para pedagang skala kecil dalam mempertahankan keberlangsungan operasional harian.

Namun, efisiensi porsi dan kejujuran dalam pemilihan bahan berkualitas menjadi kunci utama untuk menyiasati margin keuntungan yang tipis.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Menjaga cita rasa lezat yang konstan dinilai jauh lebih penting daripada mengambil keuntungan besar secara singkat yang berisiko mengecewakan pembeli.

Pendekatan empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat menjadi fondasi utama dalam merawat hubungan jangka panjang dengan para konsumen.

Filosofi Kejujuran Berdagang dan Resiliensi Usaha Mikro

Selain faktor harga dan rasa, prinsip kejujuran dalam melayani pelanggan diakui sebagai nilai tawar utama yang membedakan lapaknya dari pesaing.

Kepercayaan pembeli yang terbangun selama bertahun-tahun menjadikan lapak sederhana ini selalu dipadati warga yang hendak berburu sarapan pagi.

Keteguhan sikap pedagang kecil di kawasan metropolitan ini menjadi bukti nyata ketahanan sektor UMKM dalam menghadapi dinamika krisis ekonomi.

Inovasi pelayanan yang dibarengi ketulusan berdagang diyakini mampu menjaga keberlanjutan bisnis rakyat di tengah himpitan daya beli. B

Kontributor: Tutuk (Surabaya – Jawa Timur)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Kuliner SurabayaBubur Kacang IjoKisah UMKMStrategi Bisnis Kuliner
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...