Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Kemarau Panjang, Harga Sagu di Sangihe Melonjak Drastis

Kontributor: Iskandar Bariyah (Sangihe - Sulut)|Editor: Redaksi Bedain|
Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 04.01 WIB
|
1 menit baca
Kemarau Panjang, Harga Sagu di Sangihe Melonjak Drastis
Pengolah Sagu di Sangihe hadapi dampak kemarau panjang yang memicu keterbatasan air bersih serta lonjakan harga pangan lokal, Selasa (27/10/2026). Doc: Iskandar Bariyah, Bedain News
šŸš€ SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Dampak kemarau panjang picu krisis air bersih dan lonjakan harga sagu hingga Rp350 ribu di Sangihe, Sulawesi Utara. Begini kondisinya.
⚔ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Pengolah Sagu di Sangihe hadapi dampak kemarau panjang yang memicu keterbatasan air bersih serta lonjakan harga pangan lokal, Selasa (27/10/2026).

2

Kondisi tersebut dialami para pembuat dan pedagang sagu di wilayah Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

3

Kelangkaan pasokan air bersih sebagai bahan utama pengolahan mengakibatkan volume produksi sagu menurun drastis di tingkat produsen.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

SANGIHE - BEDAINNEWS.COM — Pengolah Sagu di Sangihe hadapi dampak kemarau panjang yang memicu keterbatasan air bersih serta lonjakan harga pangan lokal, Selasa (27/10/2026).

Kondisi tersebut dialami para pembuat dan pedagang sagu di wilayah Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Kelangkaan pasokan air bersih sebagai bahan utama pengolahan mengakibatkan volume produksi sagu menurun drastis di tingkat produsen.

Dampaknya terasa langsung pada kenaikan harga jual di Pasar Petta, tempat pemasok dan pedagang mendistribusikan bahan pangan pokok daerah tersebut.

Lonjakan Harga Pasar dan Kendala Air Bersih Pengolahan

Pemasok sagu Kampung Tola, Rahman (64), mengungkapkan harga sagu kemasan karung lima kilogram melonjak dari Rp50 ribu menjadi Rp150 ribu.

Sementara itu, untuk kemasan karung ukuran 20 kilogram yang semula dijual Rp150 ribu kini melonjak hingga kisaran Rp325 ribu sampai Rp350 ribu.

šŸ“² KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

"Naik turunnya harga selain karena kurangnya air, juga karena stok yang diolah pengelola sagu lainnya berkurang," jelas Rahman di lokasi penjualan.

Meskipun harga melonjak, para pemasok dan pedagang terus berupaya menjaga fleksibilitas kesepakatan harga demi mempertahankan daya beli konsumen harian.

Dinamika Penjualan Pasar dan Ketahanan Penghidupan Pedagang

Pedagang sagu Kampung Bowongkulu, Jalu, menambahkan bahwa tingkat penjualan sagu sangat bergantung pada tingkat keramaian pembeli di Pasar Petta.

Pada hari pasar besar seperti Selasa, Kamis, dan Sabtu, penjualan sagu mampu mencapai dua hingga tiga karung untuk kebutuhan konsumsi lokal maupun oleh-oleh.

Namun, Fluktuasi jumlah pengunjung kerap membuat barang dagangan tidak habis terjual, sehingga menambah beban tantangan ekonomi para pedagang.

Keterbatasan bahan baku dan kondisi pasar membuktikan bahwa pengolahan sagu merupakan benteng penghidupan lokal yang butuh perhatian penanganan kekeringan. B

Kontributor: Iskandar Bariyah (Sangihe - Sulut)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Harga Sagu SangiheKemarau SangiheKrisis Air BersihPasar Petta SangiheKuliner Sulawesi Utara
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...