PALU - BEDAINEWS.COM — Sektor perunggasan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menghadapi tantangan operasional yang cukup berat sepanjang pertengahan hingga Oktober 2026. Di tengah tren penguatan harga nasional, para peternak ayam ras pedaging (broiler) di daerah ini harus berjibaku menghadapi ancaman pemadaman listrik bergilir yang berpotensi mengganggu stabilitas pertumbuhan hingga kelangsungan hidup ternak.
Berdasarkan data yang dihimpun, harga ayam hidup (livebird) di wilayah Sulawesi Tengah dan Kota Palu saat ini berada di kisaran Rp27.500 per ekor untuk ukuran di bawah 2,0 kilogram, serta Rp27.000 per ekor untuk ukuran di atas 2,0 kilogram.
Kondisi tersebut relatif stabil jika dibandingkan dengan lonjakan harga Day Old Chick (DOC) secara nasional yang sempat menyentuh angka Rp7.275 per ekor pada Agustus 2026 akibat pengetatan suplai.
Kecemasan Peternak Akibat Pemadaman Listrik
Kendati demikian, stabilitas harga jual di tingkat lokal tidak sejalan dengan kenyamanan operasional kandang. Sejak awal September 2026, jadwal pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Palu membuat para peternak merasa cemas.
Ajis, salah seorang peternak ayam broiler di Palu, mengungkapkan bahwa kendala utama yang ia hadapi saat ini adalah berhentinya fungsi mesin pengatur suhu akibat aliran listrik yang terputus.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
"Kendala utama saat ini adanya pemadaman listrik membuat saya khawatir karena akan mempengaruhi pertumbuhan ayam, bahkan memicu jumlah kematian yang tinggi pada DOC karena mesin pengatur suhu tidak dapat difungsikan," ujar Ajis saat ditemui di lokasi peternakannya, Minggu (18/10/2026).
Sebagai langkah antisipasi darurat, Ajis menyatakan bahwa peternak terpaksa harus kembali menggunakan pemanas tradisional berbahan arang jika pemadaman listrik terus berlanjut. Langkah manual ini dinilai mendesak guna menjaga kestabilan suhu di dalam kandang demi kelangsungan hidup DOC ayam broiler.
Upaya Pemkot Palu Jaga Rantai Pasok Pangan
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus berupaya menjaga stabilitas rantai pasok pangan melalui kebijakan penataan zonasi lahan peternakan, seperti yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 5 Tahun 2026.
Melalui peninjauan wilayah sentra peternakan termasuk di Kecamatan Mantikulore dan sekitarnya, Pemkot Palu berkomitmen menciptakan kawasan peternakan yang lebih tertib demi mendukung ketahanan pangan lokal serta program pemenuhan gizi masyarakat.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!