SORONG - BEDAINNEWS.COM - Pelaku usaha perikanan di Papua Barat Daya mulai memanfaatkan jalur laut Pelabuhan Sorong sebagai alternatif ekspor komoditas.
PT Bina Nelayan Jaya mengekspor perdana 12,7 ton ikan tenggiri beku menuju Malaysia pada Senin (19/10/2026) lalu.
Kepala Balai Karantina Papua Barat Daya, I Wayan Kertanegara, menyebut jalur laut menjadi solusi efisiensi muatan dan biaya logistik.
Pengiriman barang transit terlebih dahulu melalui Jakarta sebelum melanjutkan pelayaran menuju negara tujuan Malaysia menggunakan alat angkut kapal.
"Jalur laut menjadi alternatif agar kapasitas muatan produk perikanan jauh lebih optimal," ujar I Wayan Kertanegara, Rabu (21/10/2026).
Pendampingan Karantina dan Efisiensi Biaya Logistik Perikanan
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Petugas Karantina Papua Barat Daya memberikan pendampingan ketat guna memastikan seluruh persyaratan sanitasi standar ekspor negara tujuan terpenuhi.
Pemilihan jalur laut mampu menekan biaya operasional tinggi jika dibandingkan dengan tarif pengiriman kargo udara harian selama ini.
Balai Karantina mengimbau para pelaku usaha lokal agar tidak ragu memanfaatkan jalur laut demi meningkatkan volume komoditas ekspor.
Pihaknya siap memfasilitasi asistensi dokumen hingga pemeriksaan fisik komoditas secara cepat, efisien, serta transparan bagi seluruh eksportir.
Keberhasilan pengiriman perdana belasan ton tenggiri ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi sektor kelautan Papua Barat Daya.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!