BEDAINNEWS.COM ā Pekerja di Sangihe protes ketidaksesuaian penetapan status desil kesejahteraan sosial yang dinilai tidak mencerminkan realitas ekonomi bawah, Selasa (27/10/2026).
Sorotan tajam tersebut disuarakan oleh para pelaku usaha mikro pengolahan sagu tradisional di wilayah Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Keluhan ini muncul di tengah himpitan lonjakan harga bahan baku akibat kemarau panjang yang menguji ketahanan ekonomi para pekerja sektor informal.
Pendataan tingkat kesejahteraan yang tidak akurat dikhawatirkan berdampak pada salah sasaran dalam penyaluran program perlindungan sosial dari pemerintah.
Pertanyakan Status Desil Enam dan Realitas Ekonomi Lapangan
Salah seorang perintis pengolah sagu Kampung Tola, Rahman (64), mengungkapkan keheranannya saat mendapati keluarganya ditetapkan dalam kategori desil enam.
Padahal, sumber penghidupan harian keluarganya murni bergantung pada hasil produksi dan pasokan sagu tradisional yang fluktuatif di pasar lokal.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Kondisi riil di lapangan menunjukkan bahwa pendapatan dari pengolahan sagu sangat rentan terhadap faktor cuaca dan tingkat kunjungan pembeli.
"Apakah kondisi ekonomi keluarga kami sudah tergambar secara tepat dalam pendataan kesejahteraan masyarakat ini," ujar Rahman mempertanyakan validitas data.
Urgensi Pemutakhiran Data Valid bagi Pekerja Sektor Informal
Kasus yang dialami pekerja informal di perbatasan utara Indonesia ini mencerminkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan terpadu daerah.
Keakuratan instrumen pengukuran sosial ekonomi sangat krusial agar hak-hak masyarakat prasejahtera dan buruh harian benar-benar terlindungi secara adil.
Dinas Sosial dan instansi terkait diharapkan turun tangan melakukan verifikasi faktual guna memastikan validitas basis data kesejahteraan warga desa.
Keadilan administratif dan ketepatan sasaran bantuan sosial menjadi tumpuan harapan bagi para pekerja informal yang berjuang menjaga penghidupan. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!