SANGIHE - BEDAINNEWS.COM — Keterbatasan fasilitas lapak berjualan di Pasar Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, memicu keluhan dari para pedagang kecil setempat.
Tempat berjualan yang disediakan oleh pemerintah daerah di dalam area pasar dilaporkan telah penuh, sehingga memaksa pedagang menempati emperan bangunan toko yang sedang dibangun, Sabtu (17/10/2026).
Para pedagang berharap pemerintah kabupaten, khususnya dinas yang membidangi pengelolaan pasar, dapat turun tangan memberikan solusi konkret dengan menyediakan tempat berjualan yang layak dan permanen.
Ancaman Penggusuran dan Momen Hari Raya
Kondisi menumpang di emperan toko milik warga ini menyisakan kekhawatiran besar terkait keberlanjutan usaha para pedagang kecil saat pembangunan fisik bangunan toko tersebut rampung.
"Kami bersyukur karena selama ini masih diizinkan berjualan di sini. Tapi kalau bangunannya sudah selesai dan digunakan, kami harus mencari tempat ke mana lagi kalau tidak ada lokasi tetap?" ujar Norista (45), salah seorang pedagang asal Kampung Bowongkulu.
Kondisi sulit semakin dirasakan jelang hari besar keagamaan seperti Natal dan Idulfitri, di mana lokasi temporer yang mereka pakai harus dikosongkan karena digunakan pemilik bangunan.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Di tengah ketidakpastian lokasi usaha, kepastian tempat berjualan yang direstui pemerintah menjadi harapan sederhana pedagang kecil Sangihe agar dapat mengais rezeki dengan tenang dan berkelanjutan.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!