JAKARTA - BEDAINNEWS.COM — Kendati sudah selesai direvitalisasi sejak awal tahun 2026 lalu, sejumlah pedagang di Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta Pusat, masih mengeluhkan sepinya pembeli.
Berdasarkan pantauan Bedainnews.com pada JUmat (23/10/2026), kios pasar yang terletak di Jalan Bungur Besar 17, Kelurahan Gunung Sahari Selatan—tepatnya di belakang Stasiun Kemayoran—ini tampak sangat lengang. Hanya terlihat beberapa orang pembeli saja yang datang melakukan transaksi harian.
Lengangnya suasana pasar tradisional ini dikeluhkan oleh pedagang ikan segar, Anang. Ia menyebut pasar ini dulunya sangat ramai dikunjungi warga.
Namun, kondisi berubah drastis sejak jalan utama menuju pusat jual beli ini ditutup oleh pihak PT KAI untuk proyek perpanjangan peron pada tahun 2022. Dampaknya, warga kini beralih berbelanja ke Pasar Jamblang yang mudah diakses dengan kendaraan.

Ikan segar dagangan Anang, masih terlihat menumpuk di lapak miliknya, yang berada dalam kios Pasar Kombongan, Jumat (23/10/26). dok: Wina/ Jakarta
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
“Sejak jalan utama pasar ditutup, warga males ke sini karena jalan harus muter lebih jauh. Dulu bisa pakai kendaraan ke sini, sekarang harus jalan kaki menyeberang rel,” ujar Anang, Jumat (23/10/2026).
Anang mengaku, meskipun stok ikan segar yang dibawanya ke pasar tidak banyak, barang dagangannya itu tetap saja tak habis terjual.
“Padahal ikan yang saya bawa tidak banyak, tapi lihat ini sudah hampir tengah hari masih menumpuk dan belum laku terjual,” tambahnya dengan nada lesu.
Omzet Merosot Tajam dan Harapan Besar Kepada Gubernur Jakarta
Kondisi serupa dirasakan oleh Anik, pedagang barang kelontong dan perabot plastik asal Sukabumi. Ia menceritakan bagaimana penutupan akses jalan utama tersebut memukul perekonomian keluarganya akibat omzet penjualan yang merosot tajam.
“Sebelum jalan ditutup saja omzet sudah kurang, apalagi sejak jalan ditutup, memang betul-betul sepi,” ungkap Ibu Anik mengeluhkan kondisi usahanya.

Ibu Anik sibuk mengemas barang dagangannya yang masih menumpuk, karena sepi pembeli, Jumat (23/10/26). dok : Wina/Jakarta
Di tengah ketidakpastian ekonomi yang menghimpit, Ibu Anik menaruh harapan besar kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar dapat memberikan solusi nyata bagi kelangsungan hidup para pedagang kecil di pasar tradisional tersebut.
“Kalau bisa buka lagi akses jalan buat ke pasar ini, atau carikan solusi terbaik, biar jual beli bisa kembali ramai,” ujar Anik menambahkan.
Para pedagang berharap Gubernur Jakarta dan pihak-pihak terkait segera turun tangan meninjau lokasi, membenahi aksesibilitas warga, serta menghidupkan kembali gairah perekonomian di Pasar Kombongan Kemayoran.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!