KABUPATEN BANDUNG - BEDAINNEWS.COM — Pasar kaget di Pangalengan geliat warisan era kolonial Tuan Bosscha padati kawasan perkebunan teh tiap pekan, Minggu (25/10/2026).
Aktivitas perbelanjaan mingguan tersebut berpusat di Kampung Kebun Babakan Tanara, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Pasar Minggu ini rutin beroperasi setiap Minggu pagi mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dengan menyedot ribuan pengunjung dari berbagai wilayah.
Secara historis, tradisi pasar kaget ini dirintis sejak zaman kolonial Belanda yang mulanya digelar khusus menampung kebutuhan gajian para buruh Kebun Malabar milik Tuan Bosscha.
Strategis di Lahan Perkebunan dan Kehadiran Kuliner Tradisional Sunda
Lokasi pasar kaget ini sangat strategis karena memanfaatkan area lapangan sepak bola tengah kawasan perkebunan teh Desa Banjarsari.
Lahan hijau yang semula berada di bawah naungan PTPN VIII tersebut kini resmi melebur dan dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara I Regional 2.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Para pedagang menjajakan aneka ragam kebutuhan mulai dari olahan makanan hangat, minuman segar, jajanan tradisional Sunda, hingga kudapan kekinian.
Tak hanya sektor kuliner, deretan lapak juga menjual pakaian murah, wahana hiburan anak-anak, hingga fasilitas photo booth bagi pengunjung yang ingin berswafoto.
Penggerak Ekonomi UMKM Lokal Pangalengan dan Pesona Wisata Rakyat
Kehadiran pasar mingguan ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi perputaran uang para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal.
Selain memanjakan kebutuhan belanja warga perkebunan, pasar kaget ini juga berkembang menjadi destinasi wisata alternatif murah meriah bagi wisatawan luar daerah.
Suasana sejuk khas pegunungan Pangalengan dipadukan dengan riuhnya transaksi perdagangan menciptakan nostalgia manis sejarah masa lalu Perkebunan Malabar.
Keberadaan pasar rakyat ini terus dilestarikan masyarakat Banjarsari sebagai simbol ketahanan ekonomi sekaligus warisan sejarah kearifan lokal Kabupaten Bandung.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!