SANGIHE - BEDAINNEWS.COM — Kerajinan pandai besi di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, berkembang menjadi komoditas ekonomi yang kian menjanjikan.
Parang khas buatan Lenganeng kini tidak hanya memenuhi pasar lokal Sangihe, tetapi juga merambah hingga Manado dan kawasan Halmahera.
Salah seorang perajin, Waladin, mengungkapkan bahwa permintaan dari luar daerah yang terus melonjak membuatnya menambah kuota tenaga kerja.
"Awalnya saya bekerja sendiri. Karena pesanan membludak, sekarang dibantu delapan pekerja dengan sistem antrean," kata Waladin pada Kamis (15/10/2026).
Skala Produksi dan Perputaran Modal
Dalam sehari, bengkel kerajinan Waladin mampu memproduksi sekitar 28 buah parang dengan tarif upah pekerja Rp25.000 per unit.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Harga jual eceran parang di pasaran dibanderol Rp185.000 hingga Rp200.000 per buah, sedangkan harga grosir ditawarkan Rp125.000 hingga Rp135.000.
Dalam rentang waktu dua minggu, Waladin rutin mengirimkan dua koli berisi total 260 parang untuk memenuhi permintaan pasar antar-pulau.
Pengembangan kapasitas produksi ini membuktikan bahwa produk UMKM berbasis kearifan lokal mampu bersaing serta menopang kesejahteraan masyarakat kepulauan.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!