NGANJUK - BEDAINNEWS.COM — Petani jagung di Pace Nganjuk merayakan keberhasilan panen dengan hasil produksi yang meningkat signifikan. Kebahagiaan tersebut dirasakan langsung oleh para petani di Desa Banaran, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).
Jerih payah dan kerja keras para petani lokal sejak awal masa tanam hingga pemeliharaan akhirnya terbayar lunas saat musim panen tiba.
Meskipun sebagian besar pengerjaan lahan dilakukan secara mandiri mengandalkan tenaga sendiri, kepuasan terpancar dari wajah para petani melihat bulir jagung yang berkualitas.
Raup Omzet Belasan Juta Meskipun Sempat Terkendala BBM Pompa Air
Perjuangan petani musim ini tak lepas dari tantangan di lapangan, terutama saat mengairi lahan pertanian. Pengairan tanaman jagung membutuhkan mesin pompa diesel yang ketersediaan bahan bakarnya sempat sulit didapatkan di pasaran.
Kendati demikian, tantangan irigasi tersebut berhasil teratasi hingga tanaman jagung siap dipanen secara optimal.
Salah seorang petani Desa Banaran, Saimo, menuturkan bahwa lahan seluas 180 ru (ubin) yang ditanami 4,5 kilogram bibit jagung berhasil laku terjual dengan harga memuaskan.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
"Saat panen, harga jagung mencapai Rp5.700 per kilogram. Di jual tebas langsung di lahan tebas, totalnya terjual seharga Rp14 juta," ungkap Saimo penuh syukur.
Siasati Lahan Sewa Dengan Sistem Tumpang Sari
Saimo menjelaskan bahwa lahan pertanian yang digarapnya merupakan lahan sewaan. Beliau menyewa dua petak lahan dengan biaya sewa Rp4.100.000 per 90 ru.
Guna memaksimalkan produktivitas tanah dan mengimbangi biaya sewa, para petani di Desa Banaran menerapkan pola tanam berkelanjutan (tumpang sari).
Segera setelah jagung dipanen, bagian bawah lahan langsung ditanami kembali dengan komoditas kacang hijau dan kacang panjang.
Strategi ini terbukti ampuh menjaga ketersediaan pasokan pangan daerah sekaligus menjaga perputaran ekonomi keluarga petani di Kabupaten Nganjuk tetap stabil.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!